Bambang Soesatyo Apresiasi Terpilihnya Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia

JAYAKARTA NEWS— Mantan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia Bambang Soesatyo mengapresiasi terpilihnya Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia menggantikan Arsjad Rasjid. Anindya Bakrie terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Kadin Indonesia yang digelar di St. Regist Jakarta.

“Munaslub Kadin Indonesia telah secara resmi menetapkan Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin menggantikan Arsjad Rasjid. Munaslub Kadin Indonesia diikuti oleh 28 Kadin Provinsi, 25 Anggota Luar Biasa (ALB) hasil konvensi yang terdiri dari puluhan asosiasi dan Himpunan,” ujar Bamsoet usai mengikuti Munaslub Kadin Indonesia di Jakarta, Sabtu (14/9/24).

Bambang Soesatyo di acara Munaslub Kadin Indonesia, Sabtu (14/9/2024)/Foto: Tim Media Bamsoet

Hadir dalam Munaslub Kadin Indonesia 2024 antara lain Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Erwin Aksa, Ketua Umum Hipmi Akbar Himawan Buchari, pengusaha senior Abdul Latief, Fuad Hasan Maktour, tokoh Koperasi Nurdin Halid dan lain-lain.

Ia menegaskan, Munaslub Kadin Indonesia sah digelar sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin Indonesia. Dalam AD/ART KADIN Indonesia disebutkan, pemilihan ketua umum dalam Munaslub sudah bisa ditetapkan bila daerah memang membutuhkan ketua baru, tanpa harus ada pelanggaran yang dilakukan ketua umum yang tengah menjabat.

“Ini bukan soal pelanggaran. Ini kebutuhan daerah-daerah yang meminta untuk Munaslub. Bisa dibaca dalam AD/ART Kadin Indonesia kalau daerah meminta pergantian ketua umum bisa aja dilakukan. Karena yang punya kuasa kan daerah, asosiasi dan himpunan,” kata Bamsoet.

Ia menambahkan, peserta Munaslub merupakan pimpinan Kadin daerah mayoritas dan sudah aklamasi, yakni 28 Kadin Provinsi. Jumlah tersebut telah melebihi kuorum. Karenanya, kepemimpinan Anindya Bakrie telah sah dan tidak menyalahi AD/ART organisasi. Munaslub juga memutuskan 5 formatur yang akan menyusun kepengurusan Kadin di bawah kepeminpinan Anindya Bakrie, antara lain Erwin Aksa, Nita Yudhi, Jayabaya dan Muhammad Kadafi.***/din

Renang Siap Bangkit

TAK berlebihan bila Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB-PRSI) dibawah komando Anindya Novyan Bakrie, siap bangkit dari tidur panjang. Terkait hal itu PB PRSI bekerja keras untuk menata kelola program jangka pendek, menengah dan panjang.

Demikian beberapa kesimpulan dari hasil Rapat Kerja Nasional PRSI yang bertempat di Hotel Four Point, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2) lalu. PRSI membuat blue print sebagai panduan untuk empat tahun ke depan. Ada empat multievent besar, seperti SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Asian Games 2018 Jakarta – Palembang, SEA Games 2019 Filipina, dan Olimpiade 2020 Tokyo.

Rakernas PB PRSI membahas program kerja.

“Dalam Rakernas ini banyak hal yang kami bahas. Termasuk sejumlah agenda yang harus dibuatkan blueprint-nya. Sebab bicara aquatik itu cakupannya banyak ada loncat indah, renang indah, polo air, renang, dan open water swimming,” kata Anindya.

Menurutnya, pencapaian prestasi di ajang-ajang tersebut sangat penting. Terutama dan paling terdekat adalah SEA Games Kuala Lumpur yang akan digelar pada 19-31 Agustus 2017 dan Asian Games 2018. Di AG 2018 kita bertindak sebagai tuan rumah.

“Jangka pendek kita di SEA Games, sehingga dalam hal ini kami belum berani sesumbar jumlah raihan medali emas yang ingin dicapai. Demikian halnya dengan di Asian Games. Kami bertekad meraih prestasi lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Diakui Anindya, memang tidak mudah dan mesti bekerja keras, tetapi dengan motivasi dan sejumlah terobosan yang kita lakukan saya yakin kita bisa meraih medali di ajang yang bisa dibilang sudah 25 tahun paceklik medali di Asian Games. Sementara SEA Games yang hanya meraih satu medali emas pada dua tahun lalu. ***

Terobosan Anindya Bakrie

WALAU muda usia, namun bukan halangan bagi Anindya Novyan Bakrie mengomandoi Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB-PRSI). Bahkan, putra sulung pasangan Aburizal Bakrie dan Tatty Bakrie ini punya terobosan baru dalam usaha mengembangkan prestasi.

Terkait program untuk mendongkrak prestasi itu ada sejumlah terobosan yang dibuat Anindya memang cukup jor-joran. Paling tidak masing-masing sub cabor mendapatkan sokongan bantuan pelatih asing yang terjun langsung dalam setiap latihan.

Anindya Bakrie menerima bendera PB PRSI.

Seperti misalnya di polo air putra yang kini dilatih Milos Sakovic, pelatih asing asal Serbia. Sementara renang indah asal Rusia, Anna Nasekina, kemudian renang dibantu pelatih asal Prancis David Armandoni, serta loncat indah yang saat ini tengah penjajakan menggunakan pelatih China.

Demikian juga untuk atletnya, PRSI dalam program jangka menengah lima tahun berikutnya. Akan melakukan kaderisasi atlet. “Kami bicara programnya, mulai summer camp luar negeri, bapak angkat, tapi yang digarisbawahi adalah edukasi juga menjadi bagian dari kaderisasi. Kami ingin atlet ini juga bisa berhasi di bidang akademis,” ungkap dia.

Selain itu, program kemitraan, kemasyarakatan musyawarah agar renang itu bisa menjadi bagian dari gaya hidup orang Indonesia, juga menjadi program serius. “Kita negara kepulauan, ada 250 juta orang, wajar kalau renang itu bisa melobi sebagai kurikulum dan bisa berkerjasama dengan pariwisata untuk supaya open water swimming itu bisa dijadikan bagian pariwisata,” tandasnya.

“Yang kita harapkan adalah bagaimana animo masyarakat terhadap renang bisa naik. Anindya berkaca pada olahraga lari yang kini di kalangan masyarakat dalam 10 tahun terakhir. “Lari 5 K, 10 K bisa naik daun. Walaupun tidak ada masyarakat Indonesia yang juara marahon. Nah, ini kami tidak bicara juara, tetapi jika renang bisa menjadi bagian daripada gaya hidup maka saya rasa akan membuat animo semakin besar lagi,” ujarnya. ***