Refleksi Malari: Ganti Nakhoda Negeri?

 Refleksi Malari: Ganti Nakhoda Negeri?
Hidayat Nurwahid, Amien Rais, Syarwan Hamid, dan Rizal Ramli para: panelis diskusi topik of the week “Refleksi Malari: Ganti Nakhoda Negeri?” yang diselenggarakan Seknas Prabowo-Sandi.

Hari ini (dan besok), 45 tahun lalu, terjadi malapetaka di negeri ini. Sejarah kemudian mencatat perisitwa itu sebagai Malapetaka Lima Belas Januari disingkat Malari. Sebauh peristiwa demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial yang memuncak pada 15 Januari 1974.

Peristiwa itu terjadi saat Perdana Menteri (PM) Jepang Tanaka Kakuei sedang berkunjung ke Jakarta (14-17 Januari 1974). Mahasiswa merencanakan menyambut kedatangannya dengan berdemonstrasi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Karena dijaga ketat, rombongan mahasiswa tidak berhasil menerobos masuk pangkalan udara.

Peristiwa itu didahului dengan kedatangan Ketua Inter-Governmental Group on Indonesia (IGGI), Jan P. Pronk yang dijadikan momentum untuk demonstrasi antimodal asing. Klimaksnya, kedatangan PM Jepang, Januari 1974, disertai demonstrasi dan kerusuhan.

Usai terjadi demonstrasi yang disertai kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan, Jakarta berasap. Soeharto memberhentikan Soemitro sebagai Panglima Kopkamtib, langsung mengambil alih jabatan itu. Jabatan Asisten Pribadi Presiden dibubarkan. Kepala Bakin, Sutopo Juwono digantikan oleh Yoga Soegomo.

Besok, 15 Januari 2019, Seknas Prabowo-Sandi mengangkat isu itu dalam “Topik od the Week”.  Acara yang berlangsung pukul 10.30 WIB di Seknas Prabowo-Sandi, Jl. HOS Cokroaminoto 93 Menteng, Jakarta Pusat itu, diberi titel “Refleksi Malari: Ganti Nakhoda Negeri?”.

Empat orang panelis terkonfirmasi hadir. Mereka adalah, DR Hidayat Nur Wahid  (Wakil Ketua MPR RI), Prof DR Amien Rais (Mantan Ketua MPR RI), Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid (Mantan Mendagri), dan  DR Rizal Ramli (Mantan Menko Perekonomian). (*/rr)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *