• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Saturday, October 3, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Motif Batik Jatim Kaya Akan Nuansa Alam

Motif Batik Jatim Kaya Akan Nuansa Alam

admin by admin
October 2, 2020
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS—-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak generasi milenial Jatim memperkenalkan lebih luas lagi batik khas Jatim. Ia menyebut, Jatim memiliki banyak sekali motif batik dan warna sesuai dengan identitas dan kekhasan daerah masing-masing.

“Dari ujung barat Jatim sampai ujung timur, semua punya batik khas dengan motif yang khas dan tidak bisa ditemui didaerah lain,” ungkap Khofifah saat peringatan Hari Batik Nasional, Jumát (2/10/2020).

Khofifah mengatakan, di Jatim, sentra batik bisa ditemui hampir di seluruh kabupaten dan/atau kota. Baik yang berskala besar maupun kecil. Namun demikian, sedikitnya ada 15 daerah yang merupakan penghasil batik yang cukup populer yakni antara lain, Mojokerto, Tuban, Banyuwangi, Tulungagung, Trenggalek, Sidoarjo, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Tulungagung, Malang, Ponorogo, dan Kediri.

Motif batik Jatim, kata Khofifah memiliki motif yang kaya dengan nuansa alam. Selain dipengaruhi oleh kerajaan-kerajaan, motif batik Jatim juga terpengaruh budaya luar seperti Tionghoa dan India. Berbeda dengan motif kebanyakan, batik Jatim mempunyai motif yang lebih kontemporer, bebas, tanpa terikat pakem-pakem motif yang ada sebelumnya

“Di Mojokerto, sentra batik sudah berdiri sejak seabad lalu, tepatnya di Desa Majan dan Sumo. Ini menjadi bukti bahwa pesona batik Jatim sudah tersohor sejak dulu,” iimbuhnya.

Maka dari itu, lanjut Khofifah, tidak ada alasan untuk tidak memakai batik dan ikut memperkenalkannya lebih luas lagi. Generasi milenial dan Z menurutnya harus ikut ambil bagian dari perkembangan industri batik di Jatim. Khofifah berharap batik bisa menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Jatim. Cara ini, lanjutnya, juga untuk mendorong industri batik Jatim bisa bangkit akibat badai Covid-19. (poedji)

Tags: gubernur jatimkhofifah indar parawansamotif batik jatim
Previous Post

Giliran Presiden Trump dan Melania Positif Covid-19

Next Post

Kain Endek Bali Warnai Paris Fashion Week 2020

admin

admin

Next Post
Kain Endek Bali Warnai Paris Fashion Week 2020

Kain Endek Bali Warnai Paris Fashion Week 2020

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version