Karateka Bertani, Hijaukan Negeri

 Karateka Bertani, Hijaukan Negeri

Prof (Ris) Hermawan Sulistyo, Ph.D, Patron Yayasan Dojo Renzo. (foto: dok. Dojo Renzo).

Jayakarta News – Ratusan hektare tanah tidak produktif di Papua, Jawa Barat, dan Jawa Timur akan digarap oleh pendekar-pendekar Karate Padepokan Modern Dojo Renzo. Melalui program Community Development Kementerian Pertanian, para pendekar karate ini akan menghijaukan lahan di Cileungsi Bogor, Argopuro Jember dan beberapa kabupaten di Provinsi Papua.

Tidak sekadar menghijaukan, namun para jawara karate pada masanya ini juga akan memberikan nilai manfaat pada lahan yang akan digarapnya. Dipilih tanaman pisang merah yang akan diolah menjadi tepung pisang. Tanaman pisang merah ini akan dibudidayakan di kebun seluas 20 hektare di Cileungsi dan 200 hektare di Papua.

Sedangkan di Argopuro Jember dan Jagara Kabupaten Jayawijaya para petani karateka ini akan melakukan pendampingan program penambahan nilai produk dan pemasaran terhadap hasil kebun kopi yang sudah digarap petani.

Tepung pisang dipilih karena peluang ekspor yang sangat tinggi dalam memenuhi kebutuhan tepung pisang di negara-negara eropa dan asia timur. Selain untuk kebutuhan ekspor, tepung pisang juga akan disosialisasikan di dalam negeri sebagai makanan pokok alternatif pengganti beras.

Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan beras dalam negeri masih mengandalkan impor dari negara lain sehingga rawan terjadi kelangkaan pangan, terlebih di masa krisis global akibat merebaknya wabah pandemi Covid-19. Diharapkan dengan mengubah kebiasaan dalam mengonsumsi makanan pokok, masyarakat secara luas menjadi lebih sehat dan ketahanan pangan lebih terjaga.

Pada proram pendampingan pengolahan dan pemasaran perkebunan kopi di Papua, juga untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Mengingat kopi arabika yang dibudidayakan masyarakat pegunungan Jayawijaya terkenal memiliki kualitas terbaik karena ditanam di lahan perawan yang subur tanpa menggunakan pupuk kimia dengan ketinggian lahan terbaik dan pbebas polusi.

Sedangkan untuk program pengolahan dan pemasaran perkebunan Kopi di Argopuro Jember lebih difokuskan kepada pemenuhan kebutuhan pasar kopi dalam negeri. Pada hasil produksi petani kebun kopi di Jember ini para pendekar ini akan berinovasi dengan racikan kopi-kopi unik seperti “kopi greng” untuk pria berkebutuhan khusus, “kopi smart” untuk membantu meningkatkan fokus konsentrasi pelajar, kopi awet muda.

Tim pendekar Dojo Renzo yang tergabung dalam komunitas Renzo Untuk Bangsa ini beranggotakan mantan atlet Karate Indonesia seperti Baron Bahar yang merupakan peraih emas SEA Games 1997, Omita Olga Ompi yang juga mantan Ratu Kata Indonesia serta dipimpin oleh Prof (Ris) Hermawan Sulistyo, Ph.D yang juga karateka penyandang Dan 4 INKAI.

Nantinya keuntungan dari program Karateka Bertani ini diarahkan untuk membantu mendukung biaya pendidikan anak-anak Indonesia yang memiliki potensi mengharumkan Indonesia di segala bidang namun memiliki keterbatasan finansial untuk melanjutkan Pendidikan yang lebih tinggi. Demikian siaran pers Dojo Renzo, yang diterima Jayakarta News, hari ini. (*/rr)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *