• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Saturday, October 3, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Diskusi ‘Jalan Gelap Demokrasi dan Keadilan’ di Yogyakarta

Diskusi ‘Jalan Gelap Demokrasi dan Keadilan’ di Yogyakarta

admin by admin
October 20, 2025
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Buku berjudul ‘Jalan Gelap Demokrasi  dan Keadilan’ akan didiskusikan di Ruang Paripurna 2, lantai 2 Gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro No 54, Suryatmajan, Danurejan, Yogyakarta, Sabtu, 25 Oktober 2025, pkl.10.00-13.00 WIB. Dua narasumber akan dihadirkan, Imam Anshori Saleh, anggota DPR RI periode 2004-2009, Wakil Ketua Komisi Yudisial 2010-2015, Pengacara dan Abidin Fikri Anggota DPR RI periode 2024-2029, moderator, Sinta Herindrasti, Pengajar Fakultas Hubungan Internasional Universitas Kristen Indonesia, Jakarta.

Diskusi diselenggarakan kerjasama antara DPRD DIY, Tonggak Pustaka, Abidin Fikri Pandjialam Foundation, Sastra Bulan Purnama dan Paguyuban Wartawan Sepuh Yogyakarta.

Buku berjudul ‘Jalan Gelap Demokrasi dan Keadilan’, diterbitkan kerjasama penerbit Tonggak Pustaka dan Abidin Fikri Pandjialan Foundation. Ditulis 17 orang yang memiliki berbagai profesi, dan semasa mahasiswa dikenal sebagai aktivis. Mereka adalah, Abidin Fikri, Agoes Widhartono, Ahmad Syaify, Ahmad Taufan Damanik, Antie Solaiman, Bambang Kusumo Prihandono, Bambang Sigap Sumantri, Baskara T. Wardaya, Edy Sukrisno, Eko S. Dananjaya, Halim HD, Imam Anshori Saleh, Indro Suprobo, Ons Untoro. Osmar Tanjung/Teresa Birks.  Simon HT, Sinta Herindrasti.

Para penulis mempunyai profesi berbeda, Ahmad Syaify misalnya, seorang Guru Besar FKG UGM, Ahmad Taufan Damanik, Ketua Komnas HAM. Ada pengajar perguruan tinggi, wartawan, peneliti, editor, pemikir kebudayaan dan lainnya.

Inisator penulisan buku ini Abidin Fikri dan Ons Untoro sekaligus bersama Indro Suprobo bertindak sebagai editor. Ini merupakan buku ke 2 seri Renungan Indonesia’. Buku pertama terbit Oktober 2024 berjudul ‘Membangun (Kembali) Demokrasi’ ditulis 25 orang dari profesi yang berbeda-beda, dan tinggal di beberapa kota di Indonesia.

DPRD  DIY, sebut saja sebagai rumah demokrasi, memberi ruang kepada masyarakat untuk saling bertukar pikiran mengenai maslah bangsa. Buku ini merupakan bentuk dari gagasan sekaligus evaluasi permasalahan kebangsaan dan mengajak semua elemen bangsa untuk bersama membuat negara Indonesia  demokratis dan berkeadilan.

“Kebetulan saya mempunyai kawan anggota DPRD DIY, yang sejak mahasiswi sebagai aktivis. Pergaulan aktivis itulah, membuat Yuni Setya Rahayu, Anggota DPRD DIY dari Fraksi PDIP masih terus menjaga persahabatan dan memungkinkan membuka ruang diskusi ini,” ujar Ons Untoro, koordinator acara.

Abidin Fikri melihat, bangsa kita tidak lagi memiliki teladan, sehingga terasa sekali adanya krisis kepemimpinan. Karena itu, Abidin melihat Mohammad Hatta, yang dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan RI dan pernah menjabat sebagai Wakil Presiden pertama, pantas untuk menjadi rujukan mencari pemimpin yang demokratis dan keadilan. Ia, Abidin Fikri, menyajikan tulisan tokoh tersebut dalam buku ini.

Ada juga yang melihat Indonesia, mungkin sedang ruwet, dan ada yang menyebutnya sebagai Indonesia gelap, mengingatkan kampung halamannya, sehingga Halim HD, seorang pemikir kebudayaan, secara berkelakar menulis ‘Indonesia Bagian Terpenting Dari Kampung Saya’. Atau juga, situasi buram pelayanan kesehatan, yang dialami tenaga medis, tenaga kesehatan, bisa ditemukan dari tulisan Ahmad Syaify, seorang dokter gigi dan Guru Besar FKG UGM.

Ada banyak gagasan menarik dalam buku ini, yang penting untuk dibaca. Diskusi diikuti 80 orang dari berbagai profesi dan kuota sudah penuh. (*)

Tags: abidin fikribuku jalan gelap demokrasi dan keadilanimam anshori saleh
Previous Post

Dua Pelukis Senior: Tulus Warsito dan Ar Soedarto Pameran “Dinamika Dalam Diam”

Next Post

Uang Negara Tidur di Bank: Saat Amanah Rakyat Harus Dibangunkan

admin

admin

Next Post
Uang Negara Tidur di Bank: Saat Amanah Rakyat Harus Dibangunkan

Uang Negara Tidur di Bank: Saat Amanah Rakyat Harus Dibangunkan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version