Pantai Buatan itu Bernama Cogreg

Jika Anda enggan pergi ke pantai, entah karena jauh atau karena harus keluar biaya ekstra, maka pergilah ke pantai buatan yang satu ini. Namanya pantai Cogreg, di Parung, Kabupaten Bogor.

Meski ini pantai buatan, tapi Anda tetap bisa bermain di pasir putih, dan menikmati aneka wahana rekreasi yang menyenangkan untuk Anda dan keluarga.

Pulau Tujuh Belum Tersentuh

Pulau Tujuh ada di Desa Pasanea, Maluku Tengah. Meski bernama Pulau Tujuh, tetapi jumlah pulaunya enam. Yang satu sudah lama tenggelam. Meski tinggal enam, spot wisata cantik ini tetap dinamakan Pulau Tujuh.

Satu pulau di antaranya sudah dibangun resort sederhana, yakni pulau Nusa Itu Resort. Di spot wisata ini Anda tidak hanya bisa berenang, tapi bisa juga diving, snorkeling, atau memancing.

Sayang, spot sebagus itu belum tergarap dengan baik. Itu pula kenapa kecantikan Pulau Tujuh (seperti) belum tersentuh.

Situ Gede, Wisata Situ yang Belum Bersolek

Situ Gede, terletak di Kelurahan Situ Gede, Kota Bogor. Ini adalah satu-satunya situ yang dimiliki Kota Bogor yang paling indah, dan relatif paling terjaga kondisinya.

Kondisi saat ini, relatif belum bersolek. Tetapi menurut Lurah Situ Gede, Kartini Wulandari, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menaruh perhatian untuk penataan Situ Gede. Selain akan dibangun menara pengawas, juga akan dibangun jogging track.

Bahkan dikabarkan, kantor kelurahan pun akan digeser dari tepi Situ Gede ke lokasi lain. Adapun bekas lokasi kantor kelurahan akan dijadikan area taman bermain atau lapangan mini.

Libur Panjang Lebih Aman di Rumah, Duit Rapid Test Antigen Buat Jajan Saja

JAYAKARTA NEWS—-Amerika Serikat (AS) melarang pelaku perjalanan untuk masuk ke negaranya bagi pelancong yang bukan warga negara AS. Indonesia?

Meski Satgas Penanganan Covid-19 telah berkali-kali mengingatkan masyarakat untuk di rumah saja, namun jelang masa liburan panjang Natal dan Tahun Baru 2021 masih banyak masyarakat yang memutuskan untuk bepergian.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menerangkan, untuk menekan penularan selama masa libur panjang, pemerintah telah mengatur mobilitas penduduk yang berlaku selama 19 Desember sampai dengan 8 Januari 2020. Hal ini bertujuan, agar tren kenaikan kasus paska masa libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021 dapat dicegah.

“Hal ini mengingat secara umum, terlihat adanya kenaikan tren kasus Covid-19 saat periode libur panjang, ditambah beberapa negara di benua Eropa dan Asia yang menghadapi ancaman second wave (pandemi),” ungkapnya dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/12/2020) yang ditayangkan Kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Peraturan ketat tidak hanya dikeluarkan Indonesia saja. Melainkan, negara-negara di berbagai belahan dunia pun melakukan hal yang sama. Karena sebagian besar warga negaranya merayakan libur Natal dan Tahun Baru 2021. Beberapa negara disebutkan Wiku, seperti di Amerika Serikat (AS) melarang pelaku perjalanan untuk masuk ke negaranya, bagi pelancong yang bukan warga negara AS.

Larangan juga berlaku bagi pelancong yang tidak memiliki visa, maupun yang tidak dilegalkan menurut pemerintah dan dalam 14 hari terakhir memiliki riwayat perjalanan ke negara anggota Uni Eropa (European Union), European Free Trade Association, Brazil, China, Iran dan Inggris.

Negara lainnya yang menerapkan kebijakan serupa yakni Kanada memilih untuk memberikan otoritas di negara-negara bagian, seperti di daerah Ontario dan Alberta yang memperbolehkan perayaan Natal hanya dengan orang yang tinggal dalam satu rumah.

Negara bagian Quebec hanya memperbolehkan perayaan Natal dengan kebijakan moral contract, yaitu berkumpul dengan kedatangan orang dari berbagai daerah dengan syarat harus melakukan isolasi seminggu sebelum dan sesudah perayaan.

“Sedangkan Inggris menerapkan pembatasan dengan sistem yang disebut tier system, dengan mengecualikan kunjungan dari tanggal 23-27 Desember, dengan syarat perkumpulan hanya boleh maksimal dengan 3 rumah tangga atau Christmas Bubbles,” terang Wiku.

Di Indonesia, pemerintah telah mengatur mobilitas penduduk melalui surat edaran yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 No 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Beberapa ketentuan penting sebagai prasyarat perjalanan, untuk perjalanan ke Pulau Bali menggunakan moda transportasi udara harus menyertakan hasil tes PCR yang masa berlakunya 7×24 jam. Sedangkan perjalanan dari dan ke seluruh pulau di Indonesia (kecuali Jawa dan Bali), harus menyertakan hasil rapid test antibodi yang berlaku selama 14 hari.

Lalu, untuk perjalanan ke Pulau Bali baik darat dan laut harus menyertakan hasil rapid test antigen yang berlaku 3×24 jam. Hal ini juga berlaku untuk perjalanan dari seluruh pulau di Indonesia ke Pulau Jawa baik menggunakan moda transportasi udara, darat dan laut. Termasuk juga untuk perjalanan antar kota/kabupaten dan provinsi dalam Pulau Jawa.

“Prasyarat-prasyarat ini dikecualikan untuk anak berusia dibawah 12 tahun dan pergerakan transportasi perintis di daerah tertinggal, terdepan dan terluar,” imbuh Wiku.

Ia menegaskan, aturan untuk pelaku perjalanan adalah bentuk komitmen pemerintah menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat khususnya di masa pandemi Covid-19.***

Sensasi Pantai Indrayanti

Gara-gara ada warung dengan nama Indrayanti, mendadak pantai ini diviralkan sebagai Pantai Indrayanti. Padahal, sebelum-sebelumnya, masyarakat setempat mengenal pantai ini dengan nama Pantai Pulang Sawal.

Dinamakan Pulang Sawal atau Pantai Pulsa, karena pantai ini hanya ramai saat bulan Syawal, bersamaan datangnya para perantau yang pulang kampung di bulan Syawal (Lebaran). Ia kini menjadi salah satu pantai yang menarik dan eksotis.

Letaknya berada di Dusun Ngasem, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai Indrayanti berada di sisi timur Pantai Sundak yang juga tak kalah indah.

Mari kita nikmati video kreasi Agus Sundayana ini.

Inna Bali Beach

Inna Bali Beach, Sanur – Bali, menjadi alternatif berlibur di Bali. Lokasi seluas 26 hektare menjanjikan sebuah kawasan yang tenang dan berlimpah fasilitas outdoor. Selain kolam renang di bibir pantai, juga tersedia area jogging track serta altar pertunjukan kesenian tradisional Bali. Hotel yang dibangun tahun 1962 ini adalah salah satu hotel BUMN yang masih terawat dengan baik.

Bali Sepi di Era Pandemi

Meski tak bisa dibilang sebagai kota mati, tetapi Bali di era pandemi benar-benar sepi. Tidak ada turis lalu-lalang, seperti hari-hari normal sebeum Covid-19 menyerang. Meski kebijakan membuka turis lokal sudah dilakukan per 31 Juli 2020, tetapi belum mampu mengangkat pariwisata Pulau Dewata.

Sementara, kebijakan membuka Bali bagi turis asing per 11 September, diundur hingga akhir tahun. Semoga, pandemi lekas berlalu, dan Bali kembali menjadi mercu suar pariwisata Indonesia.

Pesona Pulau Urbi – Biak

Pulau Urbi di Kepulauan Padaido, Teluk Cendrawasih, Kabupaten Biak Numfor – Papua, satu di antara ribuan pulau cantik yang ada di Indonesia. Seperti halnya pulau-pulau indah yang lain, maka pulau Urbi pun memiliki ciri khas yang bisa jadi, tidak dimiliki pulau indah lain.

Saat air laut surut, pulua ini dikelilingi hamparan pasir putih. Saat itu, pelancong bahkan bisa menyusuri pasir putih menuju pulau-pulau lain. Pemandu wisata akan memberi tahu saat air kembali pasang, dan kita harus kembali ke Pulau Urbi.

Dari pelabuhan Biak Numfor, pulau ini bisa dijangkau dengan kapal motor dalam perjalanan kurang lebih 1,5 jam. Singkat kalimat, jika Anda hendak menikmati keindahan Biak Numfor, jangan pernah melewatkan pulau Urbi.

Asana Biak, Awal Petualangan

Hotel Asana, Biak Numfor, Papua adalah salah satu hotel terbaik. Hotel ini berjarak 5 menit jalan kaki dari bandara Frans Kaisiepo.

Konsep resort, memanjakan para tamu untuk bisa menikmati panorama pantai Teluk Cendrawasih. Hotel Asana, Biak biasa digunakan para wisatawan petualang. Di perairan Biak, terdapat banyak pulau yang tidak saja indah tetapi juga bersejarah.

Termasuk sejarah penyerbuan Sekutu terhadap pertahanan Jepang tahun 1944. Jejak-jejaknya masih bisa nyata di Pulau Owi.