• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Bedakan Rasisme dan Separatisme

Bedakan Rasisme dan Separatisme

admin by admin
August 30, 2019
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Ketua Umum DPP Pemuda Lira, Indra Lesmana. (ist)

Jayakarta News –  Aksi damai yang digelar Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua pada, Kamis (15/8) yang berbuntut kerusuhan hingga pembakaran gedung DPRD Manokwari disesalkan Ketua Umum (Ketum) DPP Pemuda LIRA. Indra Lesmana, selaku Ketum Pemuda LIRA terlebih dahulu menyampaikan penyesalannya atas aksi damai beberapa elemen mahasiswa Papua yg  mengecam penandatanganan New York Agreement antara Pemerintah Indonesia dan Belanda pada 15 Agustus 1962 silam.

“Saya menyesalkan adik-adik mahasiswa Papua tidak komperhensif dalam melakukan kajian kesejarahannya. Mereka bisa jadi lupa bahwa pada tahun 1969 rakyat Papua Bagian Barat memilih tetap dalam lingkungan RI melalui Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA),” terang Indra.

Pria berkulit sawo matang ini juga mengingatkan agar pemerintah menindak tegas segala bentuk separatisme. “Menolak hasil PEPERA 1969 merupakan bentuk separatis, dan pemerintah harus tegas terhadap segala bentuk separatisme,” kata Indra.

Indra menambahkan bahwa tindakan menolak New York Agreement dan PEPERA merupakan pemberontakan terhadap Pemerintahan yang sah. “Menolak New York Agreement dan PEPERA adalah suatu bentuk pemberontakan, apalagi jika ujung-ujungnya menuntut kemerdekaan. Jadi harus dibedakan antara rasisme dengan separatisme,” terang Indra.

Dalam kesempatan ini Indra juga mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia dari Merauke hingga Sabang untuk cermat dalam menyikapi segala bentuk persoalan kebangsaa.

“Saya mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia dari Merauke hingga Sabang agar lebih cermat lagi dalam menyikapi persoalan kebangsaan. Bangsa ini sudah mengalami berbagai macam upaya pemberontakan, mulai dari DI/TII, PRRI PERMESTA, GAM, RMS, hingga OPM. Jadi gerakan adik-adik mahasiswa Papua yang menolak New York Agreement dan PEPERA adalah suatu bentuk pemberontakan bukan suatu bentuk perjuangan anti rasisme,” tegas Indra. (*/rr)

Tags: demo papuajayakartanewspemuda lira
Previous Post

Sosok Edy Ikhsan di Mata Para Mahasiswa PTN Indonesia

Next Post

Antara Lazismu dan Garuda Indonesia

admin

admin

Next Post
Antara Lazismu dan Garuda Indonesia

Antara Lazismu dan Garuda Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version