Bamsoet: Saya Hargai Orang yang Ditato

 Bamsoet: Saya Hargai Orang yang Ditato

Bamsoet dan Hendrie Shinigami (foto Humas MPR).

JAYAKARTA NEWS— Bisnis tato di masa pandemi justru menggeliat naik. Dengan alasan ingin jantan dan bisa mengusir setan ikut teman yang suka seni tato, maka banyak orang belakangan mau ditato. Entah di sekujur tubuhnya (dari dada, punggung, tangan sampai lengannya) atau hanya bagian tertentu saja.

Seperti yang terlihat dari musikus Jerinx dari SID-Bali yang menato hampir disemua bagian tubuhnya. Atau ditato diam-diam di organ tubuhnya yang tersembunyi seperti penyanyi Agnes Mo yang tatonya bergambar kupu-kupu dan bunga di atas pusarnya.

Budaya tato sudah mengakar di Indonesia. Ada tiga suku yang dari dulu hingga kini suka menato tubuhnya, yaitu Mentawai, Dayak dan Moi. Suku Mentawai yang tertua menampilkan tato konon 53 tahun sebelum masehi. Konon ini berhubungan dengan ibadah dari kepercayaan tertentu.

Namun, di era 80an timbul degradasi. Terlebih lagi, banyaknya preman bertato yang dihabisi nyawanya oleh penembak misterius (Petrus) yang kala itu menyasar orang-orang bertato.

“Saya menghargai orang yang bertato sebagai prinsip hidup. Tapi di agama Islam, tato dilarang. Jadi saya enggak mau ditato,” kata Ketua MPR, Bambang Soesatyo yang mewawancarai ‘raja tato’ Hendric Shinigami, di studio tatonya, Kelapa Gading, baru-baru ini. Wawancara ini untuk konten YouTube Bamsoet Channel.

Menurut Hendric Shinigami, sampai akhir tahun, peminat tato antre. “Sama seperti seni lukis, saya enggak mau tergesa-gesa. Saya harus tenang mentato bagian tubuh yang disukai orang,” ujar Hendric, seniman tato luar biasa ini.

Sebelumnya, Hendric bertanya dulu kepada ‘pasien’ nya, alasan apa sehingga mau ditato. Kalau jawabnya ngambang dan enggak masuk akal, akan ditolak. “Sebaiknya dipikir matang dulu. Karena bekas tato sulit hilang,” jelas Hendric yang menambahkan, hal ini dikembalikan kepada keyakinan masing-masing pemeluk agama.

Hendric tak ingin dibilang melanggar suatu agama. Bamsoet sendiri mengakui orang bertato jangan berbuat kriminal dan ugal-ugalan. “Jangan gagah-gagahan dan menakuti orang. Baik petato maupun orang yang ditato wajib jaga perilaku dan nilai-nilai ketimuran yang ada di masyarakat kita. Ini cerminan hidup,” harap Bamsoet. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *