Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Bahlil Ungkap 2 Instruksi Presiden: Masalah Pemadaman Listrik dan Stabilitas Harga BBM Bersubsidi

Published

on

Ilustrasi SPBU/foto: Jayakartanews/ Melva Tobing

JAYAKARTA NEWS— Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan  jajarannya bersama PT PLN (Persero) segera mengambil langkah terukur untuk menuntaskan masalah pemadaman listrik di beberapa wilayah, khususnya di Kalimantan. Selain itu Presiden juga meminta harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan.

Pesan Presiden Prabowo itu disampaikan Bahlil Lahadalia, melalui keterangan resmi, dalam sesi keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menteri Bahlil menegaskan, gangguan listrik tersebut murni disebabkan oleh proses pemeliharaan jaringan dan bukan karena kendala pasokan energi. 

“Menurut informasi dari PLN, itu terkait dengan pemeliharaan. Bukan persoalan energinya, energinya enggak ada masalah,” ujar Bahlil, dilansir InfoPublik.

Selain penanganan kelistrikan, Presiden Prabowo mengarahkan pemerintah untuk mempertahankan stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan.

Penyesuaian harga secara fleksibel mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia (Indonesian Crude Price/ICP) atau harga rata-rata minyak mentah Indonesia hanya diproyeksikan untuk jenis BBM nonsubsidi.  “Arahan Bapak Presiden memerintahkan agar menjaga harga BBM dengan subsidi untuk tidak boleh dinaikan. Tetapi kalau memang harga ICP dunia menurun, kita juga yang non-subsidinya juga dipertimbangkan untuk disesuaikan dengan harga pasar,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri ESDM juga menekankan komitmen pemerintah dalam mengawal program hilirisasi nasional. Hal ini dalam mewujudkan kemandirian energi. 

Seluruh perusahaan penerima perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) wajib menjalankan ketentuan hilirisasi pertambangan secara konsisten sesuai Pasal 33 UUD 1945, dengan sanksi berupa tindakan tegas dan terukur bagi pihak yang melanggar ketentuan.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mengungkapkan penyebab pemadaman listrik yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, dan sekitarnya pada Senin (3/8/2026).

Adapun, gangguan tersebut disebabkan oleh terganggunya suplai listrik dari Gardu Induk Gandul menuju Cirendeu.

Gangguan terjadi sekitar pukul 04.59 WIB dan memicu padamnya listrik di sejumlah wilayah, seperti Jakarta hingga Tangerang Selatan. Di media sosial X, banyak warga mengeluhkan pemadaman yang terjadi tanpa pemberitahuan. (*/di)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement