Arist Merdeka Sirait: Menjaga dan Melindungi Hak Anak Sepenuh Hati

 Arist Merdeka Sirait: Menjaga dan Melindungi Hak Anak Sepenuh Hati

Arist Merdeka Sirait (tengah)dalam launching buku dan lagu perlindungan anak yang diadakan di Gedung Perpustakaan Nasional Jalan Merdeka Selatan No 19 Jakarta Pusat. (ist)

JAYAKARTA NEWS – Bertepatan dengan 32 tahun konvensi hak anak, Sabtu (20/11), Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aristoteles Merdeka Sirait meluncurkan dua karya pentingnya berupa dua judul buku yaitu ‘Menjaga dan Melindungi Hak Anak Sepenuh Hati’ dan ‘Sahabat Anak Indonesia Bertindak Sesuai Hati Nurani’ serta ada beberapa judul lagu yang diaransemen oleh Tagor Tampubolon.

“Selamat memperingati 32 tahun sidang Majelis PBB pada tanggal 20 November tahun 1989 tentang konvensi 10 hak anak. Kemudian konvensi hak tersebut disetujui melalui Keputusan Presiden no 36/1990 tanggal 28 Agustus 1990. Mari kita rayakan dengan tepuk tangan,” sambutan Arist Merdeka Sirait dalam launching buku dan lagu perlindungan anak yang diadakan di Gedung Perpustakaan Nasional Jalan Merdeka Selatan No 19 Jakarta Pusat.

Launching buku dan lagu Perlindungan Anak.

Arist menulis dua judul buku tersebut berdasarkan pengalaman empirik, tindak kekerasan yang dialami anak – anak Indonesia. Nantinya, Arist berharap dua buku tersebut bisa dijadikan pegangan atau panduan dalam menghadapi kasus-kasus tindak kekerasan terhadap anak di Indonesia.

“Ketika saya bergabung dengan Komnas PA nasib anak Indonesia membutuhkan pertolongan. Buku ini dibuat selama 10 tahun. Buku itu memuat berbagai pelanggaran terhadap anak anak Indonesia. Semoga buku tersebut bisa menjadi tip dalam menghadapi persoalan kekerasan terhadap anak,” tandas Arist.

Menurut Dr Imaculata Umiyati S. Pd., M.Si (Pakar Pendidikan Anak Autis) yang kerap mengikuti Arist Merdeka Sirait ke pelosok pelosok negeri untuk menolong anak Indonesia, dalam menulis buku tersebut dituangkan dengan  jujur. Jauh dari pencitraan atau pamrih.

“Semua dituangkan penulis secara jujur, tak ada unsur pencitraan sekelumit pun. Maka, sebagai bangsa yang menghargai para pejuang nya kita wajib membaca buku ini. Dan dengan membaca buku ini, kita juga memahami betapa anak anak kita sangat membutuhkan pertolongan,” sambut Dr. Imaculata Umiyati.

Dalam menulis dua buku tersebut, Arist tidak menggunakan literatur lain. Murni berisi peristiwa pelanggaran dan tindak kekerasan terhadap hak hak Anak di Indonesia.

“Kenapa buku ini bisa dijadikan panduan dalam menghadapi persoalan kekerasan? Karena buku – buku yang lain hanya berisi teori. Buku ini berisi pengalaman empirik dan perlindungan yang dilakukan oleh Arist Merdeka Sirait.

“Motivasi lahirnya dua buku ini adalah sebagai langkah strategis dan solusi yang baik dalam menyelesaikan persoalan pelanggaran terhadap hak anak,” tutur Arist.

Rupanya dengan lahirnya dua judul buku tidak membuat Arist puas. Arist ingin merumuskan dalam karya lagu. Maka digandeng lah komponis asal Batak Tagor Tampubolon untuk mengaransemen lagu-lagu karya Arist Merdeka Sirait tentang hak hak anak.

“Saya biasa mengaransemen lagu. Baru kali ini saya menangis begitu bikin lagu untuk anak anak Indonesia,” kata Tagor Tampubolon. (mons)

Arist Merdeka Sirait (tengah) usai acara Launching Buku dan Lagu Perlindungan Anak. (ist)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *