Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Anis Matta: Bantuan ke Palestina Membangun Budaya Kedermawanan - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Kabar

Anis Matta: Bantuan ke Palestina Membangun Budaya Kedermawanan

Published

on

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta/foto: dok Partai Gelora

JAYAKARTA NEWS— Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta, menyatakan, bahwa bantuan dan dukungan bagi Palestina merupakan bagian dari upaya menghidupkan budaya kedermawanan masyarakat Indonesia.

Hal itu disampaikan Anis Matta saat menjadi pembicara kunci dalam Grand Iftar Indonesia untuk Palestina dengan tema ‘Solidaritas, Aksi Nyata dan Harapan Baru’ yang digelar Friends of Palestina (FOP) di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (12/3/2025) sore.

Anis Matta mengatakan bantuan dan dukungan untuk perjuangan dan kemerdekaan Palestina saat ini punya banyak dimensi.

“Sekarang kita ada di gelombang ketiga mendukung perjuangan Palestina,” ujar Anis Matta.

Menurut Anis Matta, pada kurun 1990-an, isu Palestina keluar dari narasi konflik Arab dan Israel, menjadi Islam melawan Israel. Lalu, seusai genosida yang dilakukan Israel ke Gaza pada Oktober 2024, lanjut dia, narasi Palestina menjadi konflik kemanusiaan melawan non-kemanusiaan.

“Isu Palestina menjadi isu semua orang setelah genosida. Ini mengubah lanskap perjuangan di Palestina. Sekarang, orang-orang bukan hanya terhubung karena agama, tapi juga karena kemanusiaan,” ungkap Anis Matta.

Situasi ini juga yang kemudian mendorong Kementerian Luar Negeri meluncurkan trek baru diplomasi, yaitu diplomasi kemanusiaan.

“Kita semua bagian dari kekuatan baru Indonesia dalam melakukan diplomasi kemanusiaan. Dan dalam konteks itu, Palestina masuk,” kata dia.

Anis Matta menyatakan, aksi mendukung Palestina saat ini bukan lagi sebatas menggalang donasi, menggelar demonstrasi, atau membuat beragam kegiatan untuk mendukung Palestina.

“Yang lebih penting, kita menghidupkan budaya baru di masyarakat kita, yaitu budaya memberi, budaya kedermawanan,” tegas Anis Matta.

Menurut dia, bangsa yang ingin menjalankan peran kepemimpinan global adalah bangsa yang memiliki budaya kedermawanan, selain faktor kekuatan ekonomi dan sebagainya.

Dengan membangun budaya kedermawanan, lanjut Anis Matta, komentar negatif bagi upaya menggalang bantuan dan dukungan bagi Palestina pun akan mendapatkan jawaban dengan sendirinya.

“Jawab yang komentar, ‘Kenapa bantu Palestina yang jauh?’ (dengan jawaban), ‘Kalau yang di luar negeri saja diperhatikan, apalagi yang di dalam negeri.'” ujar dia lugas.

Dalam kesempatan ini, Anis Matta pun menyebut ada rencana untuk membangun Kampung Indonesia di Gaza, setelah fase kedua gencatan senjata di Palestina menuju rekonstruksi Gaza.

“Ini untuk memperkuat sekaligus jadi simbol kehadiran Indonesia di dunia Islam,” sebut dia soal Kampung Indonesia tersebut.

Satu catatan lain yang diselipkan Anis Matta dalam uraiannya adalah bahwa Gaza juga merupakan tempat kelahiran Imam Syafi’i. Mayoritas umat Islam di Indonesia merupakan pengikut mahzab Syafi’i.

“Jadi kita sebenarnya terhubung juga secara historis (dengan Gaza),” kata dia.***

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement