• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Sunday, September 27, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

MADANI Berkelanjutan: 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar Dalam Tujuh Bulan

MADANI Berkelanjutan: 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar Dalam Tujuh Bulan

Redaksi by Redaksi
August 9, 2026
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Musim kemarau 2026 yang diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan berlangsung lebih kering dari rata-rata akibat El Niño yang kuat, bahkan diprediksi menjadi yang terpanjang dalam 30 tahun terakhir.

Namun, peringatan dini ini belum diikuti oleh langkah pencegahan serta kesiapsiagaan yang serius dan sepadan dengan besarnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Berdasarkan analisis spasial Area Indikatif Terbakar (AIT) yang dilakukan MADANI Berkelanjutan, luas area terindikasi terbakar tanpa pengulangan sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai 219.513 hektare, setara dengan lebih dari tiga kali luas daratan Jakarta.

Temuan ini menjadi sorotan utama dalam Dialog Media “Menuju Indonesia Tenggelam dalam Asap: Ancaman Karhutla di Tengah El Niño Kuat 2026”, baru-baru ini.

AIT mengalami lonjakan sangat tajam pada Juli, naik tajam dari 15.474 hektare di bulan Juni menjadi 124.040 hektare. Lonjakan yang mencakup lebih dari separuh keseluruhan AIT 2026 ini memberikan sinyal kuat bahwa ancaman karhutla belum mereda, sementara wilayah di Indonesia timur justru baru memasuki periode musim kering.

“Lonjakan AIT pada bulan Juli menunjukkan dengan jelas bahwa kita tidak bisa menunggu kebakaran menjadi besar untuk merespons. Informasi iklim sudah tersedia. Tantangannya adalah menjadikan informasi ini sebagai dasar untuk memperkuat tindakan pencegahan di wilayah berisiko tinggi,” ujar Giorgio B. Indrarto, Deputy Director MADANI Berkelanjutan, mengutip rilis yang diterima redaksi.

129,9 Ribu Hektar Berada di Kawasan Hutan

Api menembus ekosistem penting dan moratorium dari total 219.513 hektare AIT, sebanyak 129,9 ribu hektare (59,21%) berada di kawasan hutan. Pada Juli saja, AIT di kawasan hutan mengalami eskalasi: 55,6 ribu hektare di hutan produksi, 14,3 ribu hektare di hutan konservasi, dan 7,7 ribu hektare di hutan lindung.

Sekitar 22,2 ribu hektare AIT juga berada di kawasan Key Biodiversity Area (KBA). Di ekosistem gambut, tercatat 81,8 ribu hektare (37,29%) terbakar, hampir seluruhnya berada pada hamparan gambut dengan status rusak (mayoritas kerusakan ringan hingga berat). Lebih lanjut, sekitar 76,8 ribu hektare (35%) AIT menembus area moratorium hutan (PIPPIB),

71,5 ribu hektare (32,6%) berada di wilayah Rencana Operasional FOLU Net Sink 2030. “Ketika area yang terbakar menembus ekosistem gambut, PIPPIB, dan Rencana Operasional FOLU Net Sink, penanganan karhutla bukan lagi soal teknis pemadaman api. Pencegahan ini sangat menentukan tercapainya komitmen iklim Indonesia di tingkat global,” kata Yosi Amelia, Lead Program Iklim dan Ekosistem MADANI Berkelanjutan.

Pengawasan Ketat dan Transparansi Pemegang Izin

Ironi Wilayah Berizin dan Subsidi Merusak Analisis MADANI menemukan sekitar 90 ribu hektare (41%) AIT tumpang tindih dengan wilayah perizinan dan konsesi. Irisan terbesar berada di izin sawit (35 ribu hektare), disusul izin migas (19 ribu hektare), dan PBPH (16,3 ribu hektare).

Meski tak serta-merta membuktikan korporasi sebagai pembakar, angka irisan ini mutlak menuntut pengawasan ketat dan transparansi dari pemegang izin. Di tengah besarnya irisan karhutla pada izin sawit, pemerintah justru berambisi menaikkan pencampuran biodiesel dari 40% menjadi 50% (B50).

Kebijakan B50 ini juga membawa dampak terhadap aliran dana atau insentif fiskal. Berdasarkan Laporan Tahunan 2025 Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), pada 2025 saja teralokasi Rp50,3 triliun untuk Insentif Biodiesel dan Hilirisasi Perkebunan, dengan realisasi 93,7 persen atau setara Rp47,1 triliun.

Sementara itu, Media Betahita mencatat subsidi yang diterima produsen biodiesel sepanjang 2015–2024 mencapai Rp208,4 triliun, mengalir melalui 15 grup usaha yang teridentifikasi.

“Pola ini mencerminkan subsidi yang merusak (harmful subsidies). Insentif fiskal skala besar terus menopang sektor dan industri berisiko lingkungan tinggi. Padahal, anggaran itu sejatinya dapat dialokasikan untuk mitigasi karhutla dan penegakan hukum lingkungan. Biaya ekologis dan dampak sosial akhirnya terus ditanggung publik,” pungkas Yosi. (*)

Tags: jayakartanewsKarhutla 2026
Previous Post

Lise Klaveness Digadang-gadang Jadi Presiden FIFA Gantikan Gianni Infantino

Next Post

Pecahkan Rekor Transfer Rp1 Triliun! James Trafford Jadi Kiper Inggris Termahal Sepanjang Masa

Redaksi

Redaksi

Next Post
Pecahkan Rekor Transfer Rp1 Triliun! James Trafford Jadi Kiper Inggris Termahal Sepanjang Masa

Pecahkan Rekor Transfer Rp1 Triliun! James Trafford Jadi Kiper Inggris Termahal Sepanjang Masa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version