Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Rp5 Triliun Digelontorkan, BULOG Bangun Infrastruktur Pascapanen Modern

Published

on

Menko Polkam Djamari Chaniago beserta jajaran meninjau di Kompleks Pergudangan BULOG Pulo Brayan Darat I, Medan, Sumatera Utara, Jumat (3/7/2026)/Foto: dok Humas BULOG

JAYAKARTA NEWS— Perum BULOG tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui rencana pembangunan 100 gudang baru yang tersebar di 92 kabupaten, BULOG ingin memastikan cadangan beras pemerintah tersimpan dengan lebih aman, modern, dan terukur.

Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan fondasi baru bagi sistem logistik pangan Indonesia.

Dengan anggaran sekitar Rp5 triliun, yang terdiri atas sekitar Rp4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama dan sekitar Rp560 miliar untuk mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi.

Pembangunan infrastruktur pascapanen itu meliputi 94 unit gudang penyimpanan; enam unit silo gabah; delapan unit silo jagung; 17 unit dryer beras; 17 unit rice milling unit (RMU); delapan unit dryer jagung; dan sembilan unit sentra pengolahan dan fasilitas packaging beras.

“Penugasan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Bulog memastikan setiap titik pembangunan dipilih dengan cermat melalui uji kelayakan teknis, agar benar-benar tepat lokasi dan tepat manfaat. Infrastruktur akan diprioritaskan di sentra produksi pangan seperti Lampung, Jawa, dan Sulawesi Selatan, sementara di wilayah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore, fokus diarahkan pada gudang penyimpanan untuk menjaga pasokan saat cuaca ekstrem.

Finalisasi Studi Kelayakan

Mengutip Antara, Perum Bulog memfinalisasi studi kelayakan rencana pembangunan 100 gudang baru sebagai tahap awal proyek peningkatan kapasitas gudang penyimpanan pascapanen yang akan dilakukan di berbagai daerah Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyelesaian studi kelayakan (feasibility study/FS) menjadi fokus utama sebelum proyek memasuki tahapan berikutnya.

“Ini sekarang sudah proses finalisasi untuk perencanaan. Faktor feasibility study, sedang finishing FS,” kata Rizal.

Setelah studi kelayakan rampung, ujarnya, Bulog akan melanjutkan proses pengadaan melalui mekanisme lelang sesuai ketentuan.

Pembangunan gudang baru tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas penyimpanan cadangan pangan pemerintah, sekaligus mendukung kelancaran pengelolaan stok beras nasional.

“Nanti, setelah FS selesai baru tahap berikutnya untuk lelang dan sebagainya,” ucap Rizal. (Ant/di)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement