• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Rakerna­s Kemenag Bahas Umat Masa Depan, Romo Franz Magnis-Suseno Tekankan Toleransi dan Tantangan Sekularisasi

Rakerna­s Kemenag Bahas Umat Masa Depan, Romo Franz Magnis-Suseno Tekankan Toleransi dan Tantangan Sekularisasi

Redaksi by Redaksi
December 15, 2025
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Agama menggelar Lokakarya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan tema “Mempersiapkan Umat Masa Depan” di Atria Hotel Tangerang, Senin (15/12/2025). Lokakarya ini dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, jajaran pimpinan Kemenag, para direktur jenderal, serta pejabat eselon.

Sesi pertama mengusung tema “Menggagas Umat Masa Depan: Antara Idealita dan Realita” menghadirkan sejumlah narasumber lintas agama dan pemikir kebangsaan, yakni Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno, Prof. Dr. Philip Kuncoro Wijaya (Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia), Dr. I Ketut Budiawan, S.H., S.Pd.H., M.H., M.Fil.H. (Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia), serta Prof. Dr. Yudi Latif, M.A., Ph.D. (Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan). Selaku moderator, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan Agama dan Keagamaan BMBPSDM, Mastuki.

Dalam pengantarnya, Mastuki menyampaikan bahwa lokakarya ini membahas tiga hal utama, yakni gambaran atau imajinasi umat masa depan yang ingin dibangun, pengaruh tren global dan konteks nasional terhadap konstruk umat masa depan, serta skenario konkret pengembangan umat dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Ia juga menegaskan bahwa diskusi ini berangkat dari visi Kementerian Agama, yakni rukun, maslahat, dan cerdas.

“Rukun dimaknai sebagai kohesi sosial dan kedamaian berkelanjutan dalam kemajemukan. Maslahat berarti keberagamaan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan manusia dan alam. Sedangkan cerdas adalah keberagamaan yang berilmu, literat digital, dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.


Pada kesempatan pemaparan pertama, Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno menekankan pentingnya mempersiapkan umat masa depan dengan fondasi toleransi, inklusivitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta cinta kasih kepada sesama. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan kunci dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.
“Saya sangat memuji kunci-kunci yang saya terima di dalam ToR, yaitu bahwa bagi kita yang penting mengembalikan toleransi, inklusivitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan cinta kasih kepada sesama,” ungkap Romo Franz.

Ia menilai Indonesia sebagai contoh keberhasilan dalam membangun hubungan antarumat beragama. Dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia mampu menciptakan suasana damai bagi seluruh pemeluk agama, meskipun tantangan intoleransi dan ekstremisme tetap ada.

“Indonesia berhasil menciptakan suasana di mana semua keyakinan agama hidup dengan damai. Bahwa masih ada masalah, tentu ada, tetapi itu tidak menghapus kenyataan bahwa relasi antaragama di Indonesia berkembang sangat baik,” katanya.
Romo Franz juga menyoroti pentingnya komunikasi antarumat beragama. 

Menurutnya, keterbukaan dan dialog menjadi kunci mencegah munculnya intoleransi, terutama bagi kelompok minoritas yang hidup berdampingan dengan mayoritas. “Kalau suatu kelompok minoritas menutup diri dan tidak berkomunikasi dengan mayoritas yang tinggal di sekitarnya, akan ada masalah intoleransi muncul. Jadi sangat penting membangun hubungan, bicara satu sama lain, dan saling mengenal,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan adanya tantangan global berupa sekularisasi dan ateisme yang dapat memengaruhi generasi muda, termasuk di Indonesia. Ia mencontohkan kondisi di Eropa, khususnya Jerman, di mana mayoritas penduduk kini tidak lagi beragama.

“Dengan media sosial sekarang, hal-hal seperti ini juga bisa menjadi tantangan di Indonesia. Orang muda bisa membaca pandangan-pandangan yang mempertanyakan keberadaan Tuhan tanpa bertanya di masjid atau gereja,” ujarnya.

Romo Franz menekankan bahwa isu-isu tersebut perlu direspons secara serius dalam upaya mempersiapkan umat masa depan. Menurutnya, jika tidak dibahas secara terbuka, generasi muda berpotensi mencari jawaban sendiri tanpa pendampingan keagamaan.

“Kalau kita mau mempersiapkan umat masa depan, orang muda, hal seperti itu perlu ditangani. Kalau tidak, mereka bisa merasa bahwa yang tua-tua belum sampai pada pengetahuan,” pungkasnya.***/mel

Tags: jayakartanewsRakerna­s KemenagRomo Franz Magnis-Suseno
Previous Post

KEK Batang dan Kendal Jadi Model Pengembangan Ekonomi Regional

Next Post

Kemenhut Terus Selidik Aktivitas Penebangan Liar Di Sumatera

Redaksi

Redaksi

Next Post
Kemenhut Terus Selidik Aktivitas Penebangan Liar Di Sumatera

Kemenhut Terus Selidik Aktivitas Penebangan Liar Di Sumatera

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version