Site icon Jayakarta News

Kota Makmur di California Bersiap Larang Penjualan Rokok, Vape hingga Zyn

Ilustrasi/Foto: Simon Reza, Pexels.com

JAYAKARTA NEWS— Corte Madera, sebuah kota kecil nan makmur di California Utara, mengambil langkah menuju pelarangan menyeluruh terhadap penjualan produk tembakau dan nikotin.

Dewan Kota Corte Madera pada Selasa memberikan suara 3-2 untuk melanjutkan rancangan peraturan yang akan melarang pelaku usaha di wilayah Marin County tersebut menjual, mendistribusikan secara komersial, maupun mengantarkan berbagai produk tembakau dan nikotin. Informasi ini dilaporkan oleh SFGate.

Jika diberlakukan, aturan tersebut tidak hanya menyasar rokok biasa. Larangan juga mencakup cerutu, tembakau kunyah, rokok elektrik, vape, perangkat tembakau yang dipanaskan (heated tobacco devices), hingga kantong nikotin seperti Zyn.

Corte Madera dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat pendapatan tinggi. Berdasarkan data Biro Sensus AS, pendapatan rumah tangga rata-rata di kota itu mencapai $232.763. Kota tersebut dihuni sekitar 10.000 orang.

Meski demikian, pengecer tidak akan langsung diminta menghentikan penjualan. Rancangan aturan memberikan masa transisi agar toko dapat menghabiskan persediaan yang masih mereka miliki.

Apabila peraturan disahkan, produk tembakau dan nikotin yang sudah tersedia di toko masih boleh dijual hingga 31 Januari 2027. Setelah itu, mulai 1 Februari 2027, penjualan produk-produk tersebut akan dilarang.

Yang perlu digarisbawahi, aturan ini menyasar aktivitas penjualan dan distribusi, bukan kepemilikan atau penggunaan pribadi. Dengan kata lain, warga Corte Madera tetap diperbolehkan memiliki dan menggunakan produk tembakau maupun nikotin.

Ilustrasi vape/Foto: jovan barretto, Pexels.com

Siswa Ikut Mendesak Dewan

Pembahasan aturan berlangsung setelah sesi komentar publik yang emosional. Sejumlah siswa dari kelompok Pendidikan Pencegahan Penggunaan Tembakau di Redwood High School hadir dan meminta pemerintah kota mengambil tindakan lebih tegas.

Salah satunya adalah Mari Silva, siswa tingkat akhir Redwood High School. Ia meminta para pejabat mempertimbangkan dampak yang telah ditimbulkan penyakit akibat tembakau terhadap keluarga.

“Pikirkanlah orang-orang yang sudah tiada. Lindungilah satu keluarga lagi dari kehilangan semacam ini.”

Sementara itu, John Watson, siswa tingkat tiga, menceritakan bahwa ia kehilangan sang kakek akibat kebiasaan merokok. Ia juga mengatakan kerap melihat siswa menggunakan produk tembakau atau nikotin di toilet sekolah.

“Saya meminta Anda untuk membantu anak-anak itu… Anda akan membantu mereka dan satu generasi penuh,” kata Watson kepada anggota dewan.

Tidak Semua Warga Mendukung

Rencana tersebut tidak mendapat dukungan bulat dari masyarakat. Sebagian warga justru menilai pemerintah kota berpotensi melangkah terlalu jauh dengan kebijakan tersebut.

David Macpherson, warga Corte Madera, memperingatkan bahwa kebijakan itu dapat menjadi sebuah slippery slope, atau langkah awal menuju pembatasan yang semakin luas dan sulit dikendalikan.

Warga lainnya, Peter Massick, menyampaikan penolakannya secara langsung.

“Saya juga menentang pelarangan.”

Di sisi lain, anggota dewan Eli Beckman mengatakan kekhawatiran yang disampaikan para siswa patut mendapat perhatian serius.

Beckman bahkan mendukung opsi yang turut melarang penjualan produk tembakau dan nikotin yang dipasarkan untuk “tujuan terapeutik lainnya”. Ia mengatakan kunjungannya baru-baru ini ke Redwood High School membuatnya menyadari betapa luasnya penggunaan kantong nikotin di kalangan siswa.

Menurut Beckman, ia melihat sendiri urinoir di toilet sekolah dipenuhi produk tersebut.

Dalam pemungutan suara untuk melanjutkan pembahasan rancangan aturan, Beckman memperoleh dukungan dari anggota dewan Pat Ravasio dan Fred Casissa.

Belum Menjadi Larangan Resmi

Pemerintah kota sebelumnya telah mengingatkan masyarakat melalui media sosial bahwa rapat pada 4 Agustus mengenai isu tersebut hanyalah bagian dari proses pembahasan. Pada saat itu, belum ada larangan yang resmi disahkan.

Dewan juga memilih untuk tidak melakukan pembacaan tambahan terhadap rancangan peraturan tersebut. Artinya, proposal itu diperkirakan akan kembali masuk agenda rapat dewan pada kesempatan berikutnya sebelum dapat disahkan secara resmi.

Rancangan aturan tetap menyediakan pengecualian untuk produk terapeutik atau produk yang digunakan sebagai alat bantu berhenti merokok yang telah mendapatkan persetujuan FDA, dengan syarat produk tersebut dipasarkan dan dijual secara eksklusif untuk tujuan yang memang telah disetujui.

Jika akhirnya disahkan, Corte Madera akan menjadi kawasan yang pada praktiknya menutup pintu bagi pengecer yang menjual rokok, vape, Zyn, serta berbagai produk tembakau dan nikotin lain yang tercakup dalam aturan.

Namun, warga tidak akan dilarang memiliki maupun menggunakan produk-produk tersebut secara pribadi.

Dengan demikian, inti kebijakan Corte Madera bukanlah kriminalisasi terhadap konsumen, melainkan penghentian jalur penjualan produk tembakau dan nikotin di tingkat pengecer. (Sumber: New York Post/di)

Exit mobile version