JAYAKARTA NEWS— Presiden AS Donald Trump menyatakan bantuan Amerika Serikat pada Israel akan dihentikan setelah akhir tahun yang artinya dalam waktu dekat ini. Trump menyebut AS memberi bantuan 4 miliar dolar AS per tahun pada Israel.
“Mengenai pembayaran kepada Israel, Bibi Netanyahu dan saya telah membuat kesepakatan—saat ini kita memberikan 4 miliar dolar AS per tahun kepada Israel—dan beberapa bulan lalu kami sepakat untuk menghentikannya,” ujar Trump kepada program ‘Fox and Friends’ di ‘Fox News, setelah pemungutan suara dalam pemilihan paruh waktu (midterm elections) dimulai, dikutip dari Al Jazeera.
“Kami telah sepakat bahwa pada akhir tahun ini, kita tidak akan lagi memberikan pembayaran kepada Israel. Tentu saja, kita akan tetap membantu Israel jika mereka membutuhkannya,” tambahnya.
Dalam penjelasannya, Trump menyinggung nama Abdul El-Sayed, kandidat Senat dari Partai Demokrat untuk negara bagian Michigan yang dikenal vokal mengkritik dukungan AS terhadap Israel.
“Mengapa kita harus menanggung cercaan dari orang-orang gila seperti El-Sayed, padahal mereka tidak membutuhkannya? Ini adalah poin pembicaraan yang buruk,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa justru Perdana Menteri Israel yang berinisiatif menghentikan bantuan tersebut.
“Boleh saya jujur? Netanyahu sendiri yang mengangkat topik ini. Dia berkata, ‘Menurut saya, akan lebih tepat jika kami tidak lagi menerima bantuan,’ karena dia memahami bahwa hal ini menjadi salah satu poin yang memicu perdebatan.”
Menurut Thomas Warrick, Direktur Future of DHS Project di Atlantic Council, kompleksitas hukum dan politik dalam menghentikan bantuan ke Israel mungkin membuat prosesnya memakan waktu lebih lama daripada yang disampaikan oleh Trump.
“Presiden Trump kemungkinan besar tidak akan menghentikan bantuan militer AS ke Israel pada akhir tahun 2026,” ujarnya kepada Al Jazeera.
“Meskipun ia dan Netanyahu sepakat bahwa bantuan militer harus dikurangi secara bertahap, terdapat beberapa program persenjataan yang sedang berjalan—seperti pertahanan rudal dan teknologi untuk melawan pesawat nirawak (drone)—yang tidak bisa begitu saja dialihkan ke skema penjualan militer asing (Foreign Military Sales),” tambahnya. “Jadi, menurut perkiraan saya, bantuan militer akan dikurangi secara bertahap sepanjang tahun 2027, bukan pada akhir tahun 2026.” (Sumber: Al Jazeera)
