Histori

Tinggal Kenangan, Ini Tempat Tuan dan Noni Belanda Dulu Bergaul di Jakarta

Published

on

Gedung-gedung elit di Jalan Rijswijkstraat, Batavia, sebelum menjadi Jalan Majapahit. (Wikimedia Commons/Collectie Tropen Museum)

JAYAKARTA NEWS – Sejak zaman kolonial Belanda, Jakarta, dulu masih bernama Batavia, sudah menjadi kota dengan fasilitas nomor satu.

Sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan, segala bisa ditemukan di Jakarta, termasuk tempat hiburan dan wisata.

Di masa itu, di Jakarta sudah berdiri hotel mewah, tempat belanja, wisata, dan hiburan.

Kini kebanyakan dari tempat-tempat itu sudah tinggal kenangan saja.

Gedung Societeit de Harmonie didirikan pada tahun 1810 atas prakarsa Gubernur Jenderal Reinier de Klerk. (Woodbury & Page, Photographers Java via Kompasiana.com)

1. Gedung Harmoni
Dulu dikenal dengan nama Societeit de Harmonie, merupakan tempat kumpul sosialita di Batavia.

Orang-orang Eropa yang sedang bertandang ke Batavia juga akan bergaul di tempat tersebut.

Gedung Harmoni didirikan pada tahun 1810 atas prakarsa Gubernur Jenderal Reinier de Klerk.

Di gedung ini dulu sering diadakan pesta besar. Tak sedikit kaum bonafide yang mencari jodoh di situ.

Lokasi Societeit de Harmonie di antara Jalan Veteran dan Majapahit.

Sekarang tidak ada sisa sedikit pun dari Gedung Harmoni.

Tahun 1985, gedung dirobohkan untuk pelebaran jalan dan tempat parkir kantor Sekretariat Negara.

Hotel des Indest berdiri tahun 1829 dan menjadi hotel tertua di Asia juga termewah pada zamannya. (commons.wikimedia.org/Collectie Wereldmuseum (v/h Tropenmuseum), part of the National Museum of Worl)

2. Hotel des Indes
Hotel des Indest berdiri tahun 1829 dan menjadi hotel tertua di Asia juga termewah pada zamannya.

Dinamakan Hotel des Indies atas saran Multatuli.

Hotel seluas 1,3 hektare di jalan Gajah Mada, Harmoni.

Salah satu signature-nya adalah menu makan siangnya.

Disajikan dengan konsep rijsttafel yang menghidangkan sampai 57 lauk pauk.

Hotel ini pun pernah jadi tempat perjamuan tamu negara sebelum berdirinya Hotel Indonesia (sekarang Hotel Kempinspki).

Setelah kemerdekaan Indonesia, Hotel des Indes mengalami krisis pemasukan.

Akhirnya tahun 1971 hotel dihancurkan dan diganti menjadi Pertokoan Duta Merlin.

Di zaman dulu hanya orang dengan jabatan penting yang bisa menikmati hiburan di Theater Schouwburg Weltevreden (sekarang Gedung Kesenian Jakarta). (kfmap.asia)

3. Gedung Kesenian Jakarta
Saat mencari hiburan, sosialita dan pecinta seni di zaman Belanda pergi ke Gedung Kesenian Jakarta.

Berada di jalan Pos, Pasar Baru, gedung ini didirikan tahun 1821 sebagai gedung konser.

Dulu bernama Theater Schouwburg Weltevreden atau Gedung Komedi. Arsitekturnya bergaya neo-renaisans.

Gedung ini sengaja dirancang untuk pertunjukan seni sehingga balkon dan tata akustik pun disesuaikan.

Di zaman dulu hanya orang dengan jabatan penting yang bisa menikmati hiburan di Theater Schouwburg Weltevreden.

Sekarang Gedung Kesenian Jakarta masih digunakan kesenian dan sudah masuk ke bangunan cagar budaya juga.***/mel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version