Kabar

PPKM Mikro Diperpanjang hingga 8 Maret

Published

on

JAYAKARTA NEWS—-Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dulu PEBB dengan skala Mikro di Jawa Timur bakal diperpanjang mulai 23 Februari hingga 8 Maret 2021 atau hingga dua minggu mendatang.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (22/2/2021). 

“Iya PPKM Mikro diperpanjang. Kami telah melakukan evaluasi dari PPKM baik itu PPKM tahap pertama maupun kedua maupun PPKM Mikro. Dari data yang ada kami melihat bahwa terdapat banyak hasil yang menggembirakan dari berbagai indikator epidemiologis,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan evaluasi dari Satgas Covid-19 Jatim, PPKM Mikro di Jatim memang memberikan dampak yang signifikan. Dari awal PPKM Mikro masih ada 210 RT berstatus zona merah. Namun, setelah dua pekan, RT dengan status zona merah di Jatim sudah nol atau tidak ada lagi. 

Untuk penerapan PPKM Mikro masih dilanjutkan dengan skala pembatasan kegiatan di tingkat RT/RW dengan posko berbasis desa atau kelurahan. Selama pelaksanaan PPKM mikro, hasil signifikan juga tampak pada penurunan jumlah pasien Covid-19 yang harus dirawat di Ruang Isolasi Biasa maupun ICU. 

Selama PPKM tahap 1 dan 2 serta PPKM Mikro, Bed Occupancy Ratio (BOR) atau persentase pemakaian tempat tidur pasien juga menurun. Tercatat dari awal PPKM yang mencapai 79 persen, kini turun menjadi 46 persen. 

BOR ICU juga telah berhasil turun dari 72 persen menjadi 57 persen. Artinya, keterisian rumah sakit di Jawa Timur sudah sesuai syarat dari WHO yakni di bawah 60 persen. 

Zona merah di Jawa Timur juga mengalami penurunan yang signifikan, di awal tahun 2021, Jawa Timur masih memiliki delapan zona merah Covid-19. Per 21 Februari 2021, Zona Merah di Jawa Timur hanya tinggal satu, yakni Kabupaten Jombang. 

Khofifah juga meminta pada seluruh masyarakat di Jatim agar tidak sampai lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjuhi kerumunan dan membatasi mobilisasi dan interaksi. 

“Pelaksanaan PPKM Mikro tahap pertama ini memang mampu menurunkan penyebaran Covid-19 di Jatim, namun saya berpesan agar masyarakat jangan sampai lengah dan terus tingkatkan disiplin dalam menerapkan protkes,” pungkasnya.(poedji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version