Kabar
Perluas Pasar Kerja Pekerja Migran, Kementerian P2MI Jajaki Kebutuhan Tenaga Kerja Agrikultur Jepang
JAYAKARTA NEWS— Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menjajaki peluang perluasan pasar kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor agrikultur Jepang melalui pertemuan dengan Japan Council of Local Authorities for International Relations (J.CLAIR) Singapura dan perwakilan empat prefektur Jepang, Selasa (15/9/2026).
J.CLAIR merupakan wadah yang menghubungkan pemerintah daerah Jepang, termasuk sejumlah prefektur, dalam kerja sama internasional.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas potensi kebutuhan tenaga kerja di masing-masing prefektur, kompetensi yang dibutuhkan, serta proyeksi kebutuhan tenaga kerja ke depan.
Christina mengatakan, pemetaan kebutuhan tenaga kerja di tingkat prefektur penting dilakukan agar Indonesia dapat menyiapkan calon pekerja migran dengan kompetensi yang sesuai.
“Kami ingin mengetahui kebutuhan masing-masing prefektur secara lebih detail, baik dari sektor yang membutuhkan tenaga kerja, kompetensi yang diperlukan, maupun proyeksi kebutuhannya, sehingga kita bisa menyiapkan pekerja migran Indonesia sesuai kebutuhan,” katanya, dikutip dari keterangan Humas KP2MI.
Menurut Christina, pendekatan tersebut sejalan dengan Program Direktif Presiden Prabowo Subianto atau Program SMK Go Global, yang menghubungkan pendidikan dan pelatihan vokasi Indonesia dengan kebutuhan pasar kerja global.
“Prinsipnya demand driven. Kebutuhan pasar dipetakan terlebih dahulu, kemudian kita siapkan kompetensinya di Indonesia. Jadi, pelatihan yang diberikan benar-benar relevan dengan pekerjaan yang tersedia di negara tujuan, termasuk Jepang,” ungkap Wamen Christina.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian P2MI dan J.CLAIR membahas rencana penyelenggaraan job fair dan job matching di Indonesia, serta pelatihan khusus sektor agrikultur untuk pasar Jepang melalui Program SMK Go Global.
Kementerian P2MI juga menjajaki penyusunan MoU dengan sejumlah prefektur di Jepang untuk membangun kerja sama penempatan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Penjajakan dengan J.CLAIR menjadi bagian dari upaya Kementerian P2MI memperluas kemitraan dengan berbagai wilayah di Jepang sekaligus membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengisi kebutuhan pasar kerja global,” tambah Wamen Christina. (*/di)