Indonesia 2–2 Thailand (4–2): Berkali-kali di Ujung Tanduk, Garuda Akhirnya Juara!

Presiden Prabowo memegang Piala Juara Asean Cup bersama bersama Timanas Indonesia/Foto: tangkap layar YouTube Rans Entertainment

JAYAKARTA NEWS— Timnas Indonesia akhirnya mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati final dramatis melawan Thailand. Bermain imbang 2-2 selama 120 menit, Indonesia kemudian menang 4-2 melalui adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Gelar juara ini menjadi penutup perjalanan yang sejak fase grup sudah dipenuhi situasi menegangkan. Berkali-kali posisi Indonesia berada di batas antara melaju dan tersingkir. Namun setiap kali peluang terasa menipis, Garuda selalu menemukan jalan untuk melanjutkan langkah.

Drama pertama terjadi saat Indonesia menghadapi Malaysia pada laga kedua Grup A.

Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye mendapat kartu merah akibat pelanggaran keras terhadap Arif Aiman Hanapi. Bermain dengan kekurangan satu pemain selama sebagian besar pertandingan, Indonesia mampu mempertahankan skor 0-0 hingga laga berakhir.

Hasil tersebut membuat persaingan Grup A tetap terbuka hingga pertandingan terakhir. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin, sementara Singapura masih memiliki peluang untuk mengejar. Bahkan, Indonesia harus menghadapi Bangladesh pada saat yang sama ketika Malaysia bertemu Singapura.

Bukan hanya kemenangan yang dibutuhkan Indonesia. Produktivitas gol juga menjadi bagian penting dari perhitungan menuju final.

Dan di sinilah salah satu drama terbesar terjadi.

Foto: Instagram PSSI

Dramatis 9-2 Lawan Bangladesh

Indonesia menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Mitchell Baker menjadi bintang dengan mencetak lima gol. Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks juga menyumbang gol untuk Garuda. Namun kemenangan besar tersebut baru terasa benar-benar menentukan pada penghujung pertandingan.

Di pertandingan lain, Malaysia juga tampil meyakinkan dengan mengalahkan Singapura 6-0.

Hasil itu membuat persaingan semakin ketat. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengakhiri fase grup dengan tujuh poin dan selisih gol yang sama. Namun Indonesia unggul dalam jumlah gol yang dicetak.

Menariknya, tiga gol terakhir Indonesia ke gawang Bangladesh lahir pada menit-menit akhir. Luke Vickery mencetak gol pada menit ke-90, Kevin Diks pada menit ke-90+6, dan Mitchell Baker menutup pesta gol pada menit ke-90+7.

Gol-gol tersebut bukan sekadar tambahan angka di papan skor.

Gol-gol itu membawa Indonesia melewati Malaysia dan mengantarkan Garuda ke final.

Dari situ saja perjalanan menuju partai puncak sudah menunjukkan betapa tipisnya jarak antara lolos dan tersingkir.

Namun drama belum selesai.

Shyne Pattynama berhasil menjebol gawang Thailand dalam adu pinalti yang dimenangkan Indonesia 4-2

Partai Final ‘Pinggir Jurang’ yang Mendebarkan

Thailand menunggu di partai final.

Pertandingan berlangsung ketat pada babak pertama. Indonesia tampil lebih berani menguasai bola dan menciptakan sejumlah peluang, tetapi belum mampu menembus gawang Thailand.

Pertandingan baru benar-benar meledak pada penghujung babak kedua.

Thailand kehilangan Nicholas Mickelson setelah menerima kartu kuning kedua. Tidak lama kemudian, Indonesia memanfaatkan tendangan bebas dari sisi kotak penalti.

Dean James mengambil eksekusi.

Bola membentur Iklas Sanron dan berubah arah sebelum masuk ke gawang Thailand.

Indonesia unggul 1-0 pada menit ke-84.

Namun keunggulan itu hanya bertahan tiga menit.

Thailand merespons melalui Iklas Sanron yang menyambar umpan silang Seksan Ratree. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga 90 menit. Pertandingan pun berlanjut ke extra time.

Pada babak tambahan, Thailand yang bermain dengan 10 orang justru kembali membuat Indonesia berada dalam tekanan.

Menit ke-111.

Peeradol Chamrasamee memanfaatkan serangan balik dan membawa Thailand unggul 2-1.

Indonesia kembali berada di ujung tanduk.

Waktu terus berjalan.

Namun ketika pertandingan seolah semakin dekat dengan kekalahan, Garuda kembali menemukan jawabannya.

Menit ke-116.

Rizky Ridho mengirim umpan tarik yang diteruskan Elkan Baggott dengan sebuah tembakan. Bola menghantam bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang.

Gol. 2-2.

Baggott membawa Indonesia kembali hidup hanya empat menit sebelum extra time berakhir.

Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang.

Setelah 120 menit, gelar juara harus ditentukan melalui adu penalti.

Foto: tangkap layar YouTube Rans Entertainment

Dan sekali lagi, Indonesia berhasil melewati ujian terakhir.

Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama berhasil menjalankan tugasnya dari titik putih.

Di kubu Thailand, Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya gagal mencetak gol.

Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti.

Garuda pun menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Gelar ini akhirnya menjadi penutup dari sebuah perjalanan yang penuh dengan momen kritis.

Melawan Malaysia, Indonesia harus bermain dengan 10 pemain.

Melawan Bangladesh, kemenangan 9-2 belum langsung membuat posisi aman karena Malaysia juga menang besar dan persaingan ditentukan hingga jumlah gol.

Di final, Indonesia sempat unggul, kemudian disamakan. Sempat kembali tertinggal di extra time, lalu menyamakan kedudukan hanya empat menit sebelum pertandingan berakhir.

Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Prabowo membawa Piala Juara Asean Cup 2026/Foto: tangkap layar YouTube Rans Entertainment

Dan setelah 120 menit belum menghasilkan pemenang, Garuda masih harus melewati adu penalti.

Berkali-kali di ujung tanduk. Berkali-kali pula Indonesia menemukan jalan untuk bertahan.

Hingga akhirnya, semua drama itu berujung pada satu angka:

2-2 dalam 120 menit, 4-2 dalam adu penalti.

Angka yang sederhana di papan skor, tetapi menyimpan perjalanan panjang sebuah tim yang tidak berhenti berjuang sampai kesempatan terakhir.

Indonesia juara.

Untuk pertama kalinya, Garuda mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup.

Dan setelah perjalanan yang penuh tikungan itu, malam di Jakarta akhirnya ditutup dengan satu pemandangan yang sejak awal turnamen menjadi tujuan:

trofi berada di tangan Indonesia! (*/di)

Exit mobile version