Dari PB Kecil Menuju Klub Beasiswa, Cakra Champ Canangkan Empat Pilar Pembinaan

Foto: dok PB Cakra

JAYAKARTA NEWS— PB Cakra Champ resmi diluncurkan melalui acara tumpengan dan doa bersama di Depok, Minggu (1/11/2026). Tak sekadar meresmikan klub, Ketua PB Cakra Champ, Roso Daras, langsung memancang target besar: membangun klub bulutangkis berbasis beasiswa dengan dukungan manajemen profesional, pembinaan usia dini, sport science, serta sarana dan prasarana memadai.

Suasana sederhana namun penuh makna mewarnai peresmian PB Cakra Champ di Kopi Popi, Jalan Mawar, Curug, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Minggu sore, (1/11/2026).

Tidak ada seremoni mewah. Peluncuran klub dilakukan melalui pemotongan tumpeng dan doa bersama. Namun, di balik kesederhanaan acara tersebut, tersimpan tekad besar untuk membangun sebuah klub bulutangkis yang memiliki sistem pembinaan terarah dan berkelanjutan.

M Jabbar Maulana, yang bertindak sebagai pembawa acara sekaligus pembaca doa, memandu jalannya kegiatan mulai pukul 16.15 WIB, mundur 15 menit dari jadwal semula.

Dalam kesempatan itu, Jabbar membacakan riwayat singkat berdirinya PB Cakra Champ, visi dan misi, serta sejumlah program unggulan klub.

Sebagai klub yang berfokus pada pembinaan usia muda, PB Cakra Champ bernaung di bawah PBSI Kota Jakarta Utara. Kendati demikian, jangkauan pusat latihannya tidak terbatas di wilayah Jakarta Utara.

“Tahap awal, kami hadir di empat GOR yang ada di Depok dan Bogor,” ujar Jabbar, seraya menambahkan, “insya Allah akan berkembang ke daerah-daerah lain.”

Mendapat Dukungan Pelatih, Orangtua, dan Pengelola GOR

Rangkaian acara kemudian diisi dengan penyampaian testimoni dari sejumlah undangan yang memiliki keterkaitan langsung dengan dunia pembinaan bulutangkis.

Kesempatan pertama diberikan kepada pelatih paling senior, Muhammad Nurdin, yang akrab disapa Ki Mamat. Berikutnya, salah satu orangtua murid, Ferdian Kusuma, turut menyampaikan testimoni.

Dukungan juga datang dari kalangan pemilik sarana latihan. Sugeng Arifianto, pemilik GOR Putri KW Arena, hadir memberikan testimoni. Ia merupakan ayah dari atlet bulutangkis putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani (Putri KW), yang saat ini berada di peringkat enam dunia.

Sosok lain yang turut memberikan restu adalah anggota DPRD Kota Depok, Deni Kartika, atau yang akrab disapa Kang DK.

Politisi yang juga gemar bermain bulutangkis itu bukan orang baru dalam upaya menghidupkan olahraga tepok bulu di kawasan Bojongsari. Ia tercatat pernah menyatukan PB-PB yang ada di wilayah tersebut melalui pembentukan PB Curug Bersatu.

Kang DK bahkan menginisiasi turnamen rutin yang berhasil menjaga atmosfer bulutangkis tetap menyala di Bojongsari dan daerah sekitarnya.

Foto: dok PB Cakra

Empat Pilar Menuju PB Besar

Setelah jeda sejenak untuk memberikan kesempatan kepada undangan menunaikan salat Maghrib, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua PB Cakra Champ, Roso Daras.

Dalam sambutannya, Roso menegaskan ambisi untuk membawa PB Cakra Champ berkembang dari klub kecil menjadi klub besar.

Namun, definisi klub besar yang dimaksud bukan semata-mata diukur dari jumlah atlet, lapangan, atau luasnya jaringan latihan.

“Yang dimaksud PB besar adalah klub bulutangkis beasiswa. Punya training center sendiri, untuk membimbing dan mengarahkan atlet menuju puncak kariernya. Selama belum punya sarana training center sendiri dengan sistem beasiswa, maka artinya kita masih PB kecil,” ujarnya.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Roso memaparkan empat pilar yang akan menjadi fondasi pengembangan PB Cakra Champ.

Pertama, manajemen profesional.

Menurut Roso, sebuah klub yang ingin tumbuh besar harus memiliki tata kelola organisasi yang kuat, transparan, dan akuntabel.

“Karenanya, selain menginduk secara resmi ke PBSI, PB Cakra Champ juga melengkapi statusnya dengan badan hukum berbentuk perkumpulan. Badan hukum memungkinkan manajemen dikelola secara transparan dan akuntabel,” tegas mantan Manajer Timnas PSSI U23 itu.

Kedua, pembinaan usia dini.

Pilar ini sekaligus menjadi identitas utama PB Cakra Champ. Fokus pada pengembangan atlet muda diharapkan menjadi jalan untuk memperluas basis pencarian dan pembinaan talenta bulutangkis.

“Tagline Cakra Champ adalah ‘youth badminton development’. Ini adalah tekad sekaligus fokus PB ke depan. Semakin banyak bibit bisa kita lahirkan, semakin banyak potensi mencetak juara dunia,” katanya.

Ketiga, sport science.

Roso menilai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari olahraga modern, termasuk bulutangkis.

Karena itu, PB Cakra Champ mulai menginventarisasi berbagai perangkat latihan berbasis teknologi untuk mendukung proses pembinaan.

“PB Cakra Champ sudah menginventarisir sejumlah kelengkapan latihan berbasis teknologi, melengkapi mesin pelontar shuttlecock yang sudah ada,” tambah Roso yang juga dikenal sebagai jurnalis senior itu.

Keempat, sarana dan prasarana.

Pilar ini menjadi salah satu fondasi penting untuk menjamin kesinambungan kegiatan latihan. Seluruh GOR yang digunakan sebagai pusat latihan akan memiliki ikatan kerja sama dalam bentuk kontrak semi permanen.

“Saat ini kami sudah bekerjasama dan mengikat kontrak dengan 4 pemilik GOR di Depok dan Bogor. Insya Allah akan disusul GOR-GOR lain di Bogor, Tangsel, Bandung, dan kota-kota lain di seluruh wilayah Tanah Air,” ujarnya.

Ketua PB Cakra Champ Roso Daras memberikan potongan tumpeng pertama pada pelatih Ki Mamat dalam acara peluncuran PB Cakra Champ di Depok, Minggu (1/11/2026)/Foto: dok PB Cakra

Tumpeng Pertama untuk Ki Mamat

Setelah memaparkan visi dan empat pilar pengembangan klub, Roso Daras kemudian mengucapkan “bismillah” dan memotong tumpeng sebagai tanda resmi berdirinya PB Cakra Champ.

Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Ki Mamat sebagai perwakilan unsur pelatih. Sementara potongan kedua diberikan kepada Jaya, mewakili unsur manajemen.

Acara sederhana itu menjadi penanda dimulainya perjalanan PB Cakra Champ dalam membangun klub bulutangkis dengan orientasi pembinaan jangka panjang.

Kopi Popi pun menjadi saksi peristiwa bersejarah lahirnya PB Cakra Champ, malam hari itu. (*)

Exit mobile version