Kabar
Generasi Muda Indonesia Miliki Potensi Besar Berkiprah di Pasar Kerja Global, Ini Syaratnya!
JAYAKARTA NEWS— Generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk berkiprah di pasar kerja global. Yang diperlukan adalah kompetensi calon pekerja, ketrampilan dan kesiapan untuk bersaing di tingkat internasional. Yang tak kalah penting adalah calon pekerja harus memiliki pemahaman yang baik mengenai prosedur penempatan yang resmi dan aman.
“Generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk berkiprah di pasar kerja global. Karena itu, yang perlu dibangun bukan hanya keberanian untuk bekerja ke luar negeri, tetapi juga kesadaran untuk menempuh jalur yang legal, aman, dan memberikan perlindungan yang optimal bagi pekerja,” ujar Kepala BP3MI Jawa Tengah, Dewi Ariani, dalam Undip Grand Career Exhibition 2026 yang mengusung tema “Unlock Your Career: Connect With Industry, Learn From Experts, Succeed With Confidence” di Moeladi Dome Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Selasa (24/6/2026).
Dewi sebagai Kepala BP3MI Jawa Tengah, Dewi Ariani dalam kesempatan itu memperkenalkan peran dan layanan BP3MI Jawa Tengah sekaligus menyampaikan berbagai peluang kerja luar negeri yang aman, legal, dan sesuai prosedur.
Kegiatan ini menjadi salah satu wadah strategis untuk mempertemukan lulusan perguruan tinggi dan pencari kerja dengan dunia industri serta berbagai peluang kerja yang tersedia, baik di dalam maupun luar negeri.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Undip tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Undip, Suharnomo, setelah sebelumnya diawali sambutan dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz
Menurut Dewi, keterlibatan BP3MI dalam kegiatan karier di lingkungan perguruan tinggi merupakan bagian dari strategi edukasi dan sosialisasi sejak dini kepada calon angkatan kerja, khususnya lulusan perguruan tinggi yang memiliki peluang besar untuk mengisi berbagai kebutuhan tenaga profesional di luar negeri.
“Kami ingin memastikan bahwa informasi mengenai peluang kerja luar negeri yang resmi dapat diakses langsung oleh mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi. Dengan informasi yang benar, mereka dapat merencanakan karier secara lebih matang serta terhindar dari berbagai risiko penempatan nonprosedural,” tambah Dewi, dilansir BP3MI Jateng.
Selama hari pertama pelaksanaan kegiatan, stan BP3MI Jawa Tengah mendapat perhatian yang cukup tinggi dari pengunjung. Sebanyak 87 pencari kerja tercatat mengunjungi stan BP3MI untuk memperoleh informasi terkait peluang kerja luar negeri, negara tujuan penempatan, persyaratan bekerja, hingga mekanisme pembiayaan penempatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain layanan konsultasi, BP3MI Jawa Tengah juga melakukan survei minat kerja luar negeri guna memetakan sektor pekerjaan dan negara tujuan yang paling diminati oleh para pencari kerja. Data tersebut diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam pengembangan strategi penempatan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia ke depan.
Dewi Ariani menambahkan bahwa upaya memperluas akses informasi dan peluang kerja global sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia serta mendukung pembangunan ekonomi nasional.
“Pekerja migran yang kompeten bukan hanya berkontribusi terhadap kesejahteraan keluarga, tetapi juga menjadi bagian penting dari penguatan daya saing bangsa. Oleh karena itu, edukasi mengenai migrasi aman harus terus diperluas agar masyarakat memperoleh manfaat maksimal dari peluang kerja internasional yang tersedia,” kata Dewi.
Melalui partisipasi dalam Undip Grand Career Exhibition 2026, BP3MI Jawa Tengah berharap semakin banyak generasi muda yang memahami peluang kerja global secara utuh, memiliki kesiapan kompetensi yang memadai, serta mampu memanfaatkan kesempatan tersebut melalui mekanisme yang aman, legal, dan bermartabat sebagai bagian dari implementasi Gerakan Migran Aman yang terus didorong oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. (*/di)