Kabar

Di Tengah Duka, Negara Hadir Menjemput Kepulangan Terakhir PMI dari Taiwan

Published

on

Foto: dok KP2MI

JAYAKARTA NEWS— Malam itu, suasana di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dipenuhi duka. Tiga peti jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) tiba dari Taiwan membawa kisah perjuangan, pengorbanan, dan kerinduan yang tak lagi sempat terucap kepada keluarga di Tanah Air. Namun mereka tidak pulang sendirian. Negara hadir menyambut kepulangan terakhir mereka dengan penghormatan dan tanggung jawab penuh.

Atas perintah langsung Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian P2MI/BP2MI M. Fachri turun langsung melakukan penjemputan tiga jenazah PMI di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (10/5/2026).

Ketiga PMI tersebut adalah Indah Harini asal Blitar, Jawa Timur, Candra Ariyanto asal Lampung Tengah, dan Muh Sriadi asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Ketiganya dipulangkan melalui penerbangan Cathay Pacific CX-719 dan tiba di Indonesia sekitar pukul 19.40 WIB. 

Penjemputan langsung oleh jajaran pimpinan Kementerian P2MI menjadi bentuk nyata bahwa negara tidak menutup mata terhadap penderitaan pekerja migran dan keluarganya. Pemerintah memastikan seluruh proses pemulangan dilakukan secara layak, manusiawi, dan penuh penghormatan.

Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan bahwa perlindungan terhadap PMI tidak berhenti ketika mereka bekerja di luar negeri, tetapi juga ketika mereka menghadapi situasi darurat hingga kepulangan ke Tanah Air.

“Para pekerja migran adalah bagian dari keluarga besar bangsa ini. Ketika mereka mengalami musibah di negeri orang, negara wajib hadir. Tidak boleh ada PMI yang dipulangkan tanpa penghormatan, tanpa pendampingan, dan tanpa perhatian negara,” tegas Mukhtarudin.

Ia menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban sekaligus memastikan pemerintah akan terus memperkuat sistem perlindungan PMI secara menyeluruh.

“Kita tidak ingin ada lagi warga negara Indonesia yang berangkat melalui jalur tidak prosedural dan akhirnya berada dalam posisi rentan di luar negeri. Keselamatan dan perlindungan PMI harus menjadi prioritas bersama,” lanjutnya.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian P2MI/BP2MI M. Fachri turun langsung melakukan penjemputan tiga jenazah PMI di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (10/5/2026).[Foto: dok KP2MI]

Direktur Jenderal Pemberdayaan M. Fachri mengatakan bahwa proses pemulangan tiga PMI tersebut melibatkan koordinasi intensif antara Kementerian P2MI, KDEI Taipei, otoritas Taiwan, maskapai penerbangan, serta pemerintah daerah di Indonesia.

“Kehadiran kami malam ini bukan sekadar menjalankan tugas administratif. Ini adalah bentuk penghormatan negara kepada para pekerja migran yang telah berjuang demi keluarganya. Negara harus hadir sampai mereka benar-benar kembali ke rumah,” ujar Fachri.

Indah Harini diketahui bekerja sebagai caregiver di Taiwan dan meninggal dunia akibat kanker ovarium saat menjalani perawatan di Taoyuan General Hospital pada Februari 2026. Pemerintah bersama pihak terkait melakukan pendampingan penuh terhadap proses penanganan hingga pemulangan jenazah ke kampung halaman di Blitar. 

Sementara itu, Candra Ariyanto meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Yunlin, Taiwan. KDEI Taipei memfasilitasi mediasi dengan pihak penabrak dan perusahaan asuransi hingga disepakati kompensasi sebesar NTD 2,2 juta termasuk biaya pemulangan jenazah. 

Adapun Muh Sriadi, PMI asal Lombok Tengah, meninggal dunia di asrama kerjanya di Tainan. Dari hasil penanganan awal diketahui almarhum bekerja menggunakan visa turis. Pemerintah Indonesia melalui KDEI Taipei tetap melakukan pendampingan penuh mulai dari proses kepolisian, otopsi, hingga pemulangan jenazah ke Indonesia. 

Kementerian P2MI menegaskan bahwa setiap warga negara Indonesia, termasuk PMI nonprosedural, tetap memiliki hak atas perlindungan negara. Karena itu, pemerintah terus memperkuat langkah pencegahan terhadap praktik penempatan ilegal yang selama ini menjadi salah satu akar kerentanan pekerja migran di luar negeri.

Selain penjemputan di bandara, pemerintah juga memastikan fasilitasi pengantaran jenazah menuju daerah asal masing-masing agar dapat segera dimakamkan oleh keluarga.

Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan bahwa tragedi ini harus menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak bahwa perlindungan PMI bukan hanya soal penempatan kerja, tetapi juga menyangkut keselamatan, kepastian hukum, dan kemanusiaan.

“Negara tidak boleh absen dalam setiap duka rakyatnya. Mereka pergi membawa harapan keluarga, dan ketika mereka pulang dalam keadaan tak bernyawa, negara harus memastikan mereka kembali dengan kehormatan,” tutup Mukhtarudin.

Pemulangan tiga jenazah PMI dari Taiwan menjadi potret nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran Indonesia, dari proses keberangkatan hingga kepulangan terakhir ke Tanah Air. (*/di)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version