JAYAKARTA NEWS— Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) D.I. Yogyakarta resmi membuka program SMK Go Global Tahun 2026 Batch 2 di Golden Ganesha Ecole d’hotel Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta (STiPRAM), Gedung Aula Prambanan.
Program ini bertujuan untuk menyiapkan talenta dan lulusan vokasi agar memiliki kompetensi berstandar internasional, berdaya saing global, serta siap bekerja secara legal dan aman di pasar kerja luar negeri.
Mengutip keterangan BP3MI DIY, sebanyak 80 peserta mengikuti pembukaan program yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan STiPRAM Yogyakarta berupa Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Housekeeping Attendant. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pembekalan keterampilan sekaligus sertifikasi sebagai modal utama peserta sebelum memasuki dunia kerja luar negeri melalui jalur penempatan resmi.
Pimpinan STiPRAM Yogyakarta, Suhendroyono menyebut, pihaknya telah menjalin berbagai kerja sama internasional dengan sejumlah negara, seperti Tiongkok, Italia, dan Prancis. Berbekal pengalaman dan reputasi institusi yang baik, STiPRAM menyatakan kesiapannya untuk memberikan pembekalan yang relevan guna meningkatkan kompetensi peserta agar mampu bertindak profesional.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Bantul, Agung Kurniawan, menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan program pelatihan ini. Ia berharap program pelatihan ini dapat berjalan berkesinambungan serta mampu mencetak tenaga kerja asal Bantul dan sekitarnya yang kompeten, siap pakai, dan mampu bersaing secara profesional di tingkat global.
“Program ini tidak bersifat eksklusif, melainkan inklusif dan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat. Seluruh biaya kegiatan ditanggung sepenuhnya melalui APBN”, ujar Kepala BP3MI D.I. Yogyakarta, Muhammad Ilyas Prakananda.
“Oleh karena itu, saya minta setiap peserta mengikuti pelatihan ini dengan penuh komitmen selama 20 hari ke depan, mengingat intensitas pembelajarannya cukup tinggi, yakni 10 jam per hari.”, tegasnya.
Ilyas juga berharap kemitraan yang terjalin dapat meluas ke berbagai lini pengembangan SDM secara berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi antara KP2MI melalui BP3MI D.I. Yogyakarta dengan STiPRAM Yogyakarta dapat terus berlanjut dan dikembangkan, tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan pelatihan ini saja. Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan bagi berbagai inisiatif penyiapan SDM profesional yang mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya. (*)
