Feature

Ultah ke-68 Prof Hermawan Sulistyo DiwarnaI Peluncuran Buku “Scholars dan Scientists Indonesia” serta Kehadiran Tokoh Nasional

Published

on

Dady Kikiek mendapat hadiah ultah dari bang Panda Nababan berupa 'uloz' Batak

SUKABUMI, JAYAKARTA NEWS—  Hari ulang tahun ke-68 Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo menjadi momentum istimewa, tak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi dunia akademik dan kepolisian Indonesia. Di hari kelahirannya yang jatuh pada 4 Juli, pria yang akrab disapa Mas Kikiek atau Dady Kikiek itu meluncurkan buku terbarunya yang berjudul “Scholars dan Scientists Indonesia: Tentang 2045 dan Respon Polisi”.

Acara perayaan  ultah berlangsung Sabtu (12/7) di Dojo Renzo Dynamix Edupark, Cibadak, Sukabumi. Acara berlangsung dalam suasana hangat  dan penuh semangat persahabatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai kalangan.

Hadir di antaranya wartawan senior sekaligus politisi kawakan Panda Nababan yang merupakan sahabat lama Prof. Hermawan sejak mereka bersama di Mega Centre. Dalam sambutannya, Panda menyampaikan kekagumannya terhadap integritas dan ketegasan Prof. Kikiek.

> “Mas Kikiek itu tajam dalam berpikir dan keras dalam bersuara, terutama saat mengkritisi kebijakan pemerintah. Tapi di balik itu, dia juga dikenal licin, cerdas, dan sangat peduli pada kemanusiaan,” ujar Panda dengan nada bersahabat.

Turut hadir pula Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Unbhara Jaya), Irjen. Pol (Purn.) Prof. Dr. Bambang Karsono, SH, MM, yang menyampaikan harapan dan gurauan khas terhadap koleganya itu.

> “Semoga di ulang tahun ke-68 ini Prof. Kikiek menjadi lebih ‘dewasa’. Maksud saya, jangan terlalu hidup semaunya dengan tampilan suka-suka. Tapi saya tahu dia, makanya saya ajak masuk Unbhara dan dia bersedia,” ujar Prof. Bambang sambil tersenyum.

Tampak di tengah berbatik hijau adalah Rektor Unbhara Jaya Prof Bambang Karsono

Dalam sambutannya, Rektor juga menyoroti gaya kerja Prof. Kikiek yang unik dan tidak konvensional.

> “Dia tidak suka diatur dengan banyak formalitas seperti absensi atau seragam. Dia bekerja dengan target dan hasil. Dan hasilnya selalu luar biasa.”

Suasana acara menjadi semakin bermakna dengan kehadiran sejumlah rekan dan kolega lama, terutama dari kalangan akademisi dan kepolisian. Dari Universitas Indonesia, khususnya FAPIA UI, hadir Prof. Dr. Ridla Bakri yang juga menjadi editor buku yang dilounching bersamaan acara perayaan ultah Prof Kikiek..

Dari unsur kepolisian, tampak sejumlah perwira tinggi, termasuk Brigjen. Pol. Ratno Kuncoro, SIK, MSi, mantan Direktur Ekonomi Baintelkam Polri yang kini bertugas di Lemdiklat Sespim Polri.

Secara khusus dan istimewa hadir cucu ke empat, putri dari anak ke 2 dady Kikiek, dokter Ayudia. Tiga cucu lainnya bersama anak pertama Prof Kikiek berada dan domisili di Jepang. Mereka tidak sempat hadir.

Dady dan bunda sedang action memotong tumpeng ultah

Tampak dengan setia bunda Iing, istri mas Kikiek mendampingi ketika memotong tumpeng ulang tahun. Secara pribadi, mendapat ciuman mesra dari sang suami, yang kesehariannya memang suka  tampil casual dan nyentrik.

Komitmen pada Pendidikan dan Atlet Karate

Di luar kiprahnya sebagai Penasehat Ahli Kapolri, dosen, Peneliti Utama di BRIN (dulu LIPI), serta penasehat berbagai komunitas seperti Asosiasi Pedagang Pasar dan komunitas anak jalanan, Prof. Hermawan dikenal sangat peduli pada pengembangan anak muda melalui olahraga.

Dady dengan cucu ke 4 yang lucu dan manis

Secara khusus, ia membina puluhan atlet karate muda dari berbagai daerah, termasuk Papua, NTB, Bali, Sumatera, hingga Sulawesi. Bahkan satu atlet dari Nigeria juga mendapat kesempatan binaan dan beasiswa darinya. Para atlet ini diasramakan di Jakarta, disekolahkan hingga lulus kuliah, dan mendapat insentif jika berprestasi.

Cita-cita besar Prof. Kikiek pun tidak berhenti di situ. Ia bermimpi mengembangkan kawasan Edupark di Cibadak, Kabupaten Sukabumi, yang mencakup area 100 hektar. Lokasi ini dirancang menjadi pusat pendidikan Merdeka Belajar cabang Unbhara serta dojo karate raksasa untuk pembinaan atlet se-Asia Oseania.

Dedikasi Seumur Hidup

Sebagai peneliti dan pendidik, Prof. Hermawan Sulistyo telah melewati jalan panjang yang tak biasa. Lahir di Ngawi,

Jawa Timur, pada 4 Juli 1957, ia tumbuh menjadi intelektual kritis, praktisi humanis, dan mentor yang memberi ruang seluas-luasnya bagi kemerdekaan berpikir. Buku terbarunya mencerminkan semangat tersebut: berpikir ke depan, kritis terhadap realitas, dan solutif bagi masa depan bangsa.

Selamat ulang tahun ke-68, Prof. Kikiek. Semoga terus menyalakan semangat perubahan — dengan atau tanpa seragam.***nat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version