Kabar

Tingginya Golput di Pilkada Seretak 2024 Tanda Pemilih tak Percaya Pemilu

Published

on

Denny JA Lingkaran Survei Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Tngginya angka golput di beberapa provinsi pada Pilkada Serentak 2024 menjadi tanda demokrasi di Indonesia terluka. Pemilih mulai tidak percaya pada Pemilu.

Golongan putih (golput), yaitu pemilih yang tidak memilih. “Meningginya golput adalah tanda bahwa demokrasi kita terluka,” ujar Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rabu (4/12/2024).

Menurut Denny, golput adalah suara bisu dari mereka yang memilih untuk tidak berharap, tidak percaya, dan tidak lagi melihat pemilu sebagai cahaya di ujung lorong.

Quick Count LSI Denny JA menemukan, rata-rata golput di 7 provinsi terbesar Indonesia pada Pilkada 2024 lebih besar dibandingkan pada Pilkada 2019.

.Angka rata-rata golput di 7 provinsi terbesar di Indonesia pada Pilkada 2024 sebesar 37,63 persen. “Ini rata-rata golput di Sumatra Utara, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan,” ungkap Denny.

Jika dibandingkan dengan pemilihan gubernur di 7 provinsi yang sama sebelumnya (Pilkada 2019) sebesar 31,40 persen. “Ini berarti terdapat kenaikan 6,23 persen,” tukas Denny.

Dari hasil hitung cepat LSI Pilkada 2024, terlihat angka golput di Jawa Barat sebesar 36,98 persen, Jawa Timur sebesar 34,68 persen. Sedangkan angka golput di Jawa Tengah 32,36 persen, Banten sebesar 36,10 persen.

Sementara angka golput di Sumatera Utara sebesar 38,22 persen, Sulawesi Selatan sebesar 29,84 persen dan DKI Jakarta sebesar 46,91 persen.

Angka rata-rata golput di 7 provinsi terbesar di Indonesia pada Pilkada 2024 sebesar 37,63 persen. Sekitar 30 persen sampai 47 persen pemilih Pilgub 2024 di 7 provinsi terbesar tidak memilih.

Data LSI juga mengungkapkan, jika dibandingkan dengan pemilihan gubernur sebelumnya, terdapat kenaikan 6,23 persen. Angka rata-rata golput di 7 provinsi pada Pilkada 2019 sebesar 31,40 persen. (yr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version