Kabar

“Power” Pohon Talas alias Kimpul

Published

on

Gde Mahesa

Talas secara filosofis melambangkan ketulusan. Pohon yang tumbuh dan memberi manfaat tanpa memedulikan pandangan orang lain.

Talas atau yang dikenal juga sebagai lompong, atau keladi di beberapa daerah lain, merupakan tanaman umbi-umbian yang telah menjadi bagian dari budaya pangan masyarakat Indonesia sejak lama.

Di daerah Jawa Barat tanaman khas yang banyak orang tahu, di daerah Bogor yang sampai sekarang khasnya tetap populer, bernama talas, bukan tales. Makanya disebut talas Bogor.

Meski jenis tanaman ini terkesan sederhana, talas memiliki sejarah panjang dan tersebar di berbagai daerah tropis, dan perlu diketahui pohon talas ini diperkirakan berasal dari Asia Selatan, terutama India dan Sri Lanka, lalu menyebar ke wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara melalui jalur perdagangan kuno.

Oleh sebab kemampuan dan mudahnya beradaptasi di berbagai jenis tanah dan iklim, talas kemudian ditanam secara luas dan menjadi sumber pangan penting di banyak negara tropis.

Tumbuhan ini tumbuh subur di daerah pegunungan maupun dataran rendah, dan pohonnya punya sifat yang hampir sama dengan kelapa, yaitu semua bagiannya bisa dimanfaatkan. Umbinya bisa diolah menjadi aneka hidangan tradisional seperti kue talas, keripik, hingga sayur lompong yang gurih dan daunnya bisa diolah menjadi buntil.

Banyak orang mengenal talas karena keunikan daunnya yang tidak bisa basah terkena air, atau bahasa kerennya, water resistant. Setiap menyentuh permukaan daun talas, air akan bergerak ke sana kemari tak tentu. Inilah asal mula peribahasa “bagai air di atas daun talas”, yang artinya orang yang tak punya pendirian tetap, dan juga dapat berarti dua orang yang tidak dapat bersatu.

Tak hanya pada daun, umbinya juga terkenal dijadikan peribahasa, “Tua-tua keladi, makin tua makin jadi,” yang artinya orang tua yang suka bertingkah berangasan mbagusi perwakilan seperti anak muda. Jika ditelusuri peribahasa ini merupakan fakta bahwa umbi keladi atau talas yang makin tua makin banyak getahnya.

Tentu sobat Jayakarters tau, “getah” yang berlebihan jelas tidak baik untuk kesehatan, maka harus dibuang secara berkala.

Dibuang ke mana? Biarlah mereka yang merasa sebagai situa keladi menjawab.

Beberapa orang menanam pohon talas ini karena dianggap sebagai tanaman hias dengan alasan estetika.

Budaya sebagian masyarakat Jawa memang unik dan bahkan kerap tak masuk akal terutama yang berkaitan dengan hal spritual, sebab sebagian orang juga mempercayai beberapa hal yang terkait dengan kepercayaan tertentu. Salah satunya adalah keladi atau talas hitam.

Konon menurut orang-orang zaman dulu, tanaman ini dipercaya memiliki mitos sebagai penangkal energi negatif dan santet karena warna hitam pada batang dan daun banyak dikaitkan dengan hal mistis
serta keistimewaan yang mereka yakini. Tentunya semua tergantung kepercayaan masing-masing boleh percaya boleh tidak.

Perlu juga diketahui bahwa tanaman ini memiliki banyak nama daerah, seperti talas, keladi, sente, kimpul, atau tales wulung, dan beberapa nama lainnya.

Manfaat Keladi hitam untuk kesehatan dikutip dari berbagai sumber.


1 Melancarkan Pencernaan
Di dalam Keladi hitam ini mengandung banyak serat. Asupan serat akan membantu meningkatkan kemungkinan perkembangan kanker usus besar.
Daun Keladi hitam ini tidak memiliki kolesterol sedangkan lemaknya hanya satu persen saja.
Inilah sebabnya menderita kadar kolesterol tinggi disarankan untuk makan makanan seperti ini untuk menurunkan kadar kolesterol.


2 Memberikan Mineral untuk Tubuh
Daun Keladi hitam memberikan mineral yang cukup untuk tubuh.
Mineral penting dibutuhkan tubuh manusia agar berfungsi menyerap dan memecah karbohidrat dan menjaga keseimbangan asam basa.


3.Meningkatkan Kesehatan Jantung
Keladi hitam terbukti memiliki lemak jenuh. Serat di dalam daun dapat mencegah penumpukan kolesterol dalam aliran darah.
Sementara itu kandungan kalium sangat penting dalam membantu menjaga tekanan darah sehingga akan selalu terkendali.


4.Menjaga Kesehatan Mata
Seperti yang diketahui, vitamin A sangat baik bagi kesehatan mata.
Kandungan vitamin A pada talas juga bisa berperan dalam menjaga dan menutrisi mata agar tetap sehat.


5.Menjaga Kesehatan Kulit
Kaya akan vitamin, batang talas juga bisa menjaga kesehatan kulit.
Vitamin A dan vitamin E, bisa membantu menghaluskan kulit jika dikonsumsi secara rutin.
Selain itu batang talas juga dipercaya efektif untuk mencegah penuaan dini.


6.Mencegah Hipertensi
Daun Keladi hitam dapat menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi karena adanya saponin, tanin, karbohidrat dan flavonoid.
Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan stroke, merusak pembuluh darah otak dan menghalangi aliran darah ke otak.
Selain itu batang talas juga dipercaya efektif untuk mencegah penuaan dini.


7.Mencegah Hipertensi
Daun Keladi hitam dapat menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi karena adanya saponin, tanin, karbohidrat dan flavonoid.
Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan stroke, merusak pembuluh darah otak dan menghalangi aliran darah ke otak.


8.Mengobati Anemia
Penderita anemia jika mengkonsumsi daun talas secara rutin dapat memberikan kekurangan zat besi.


9.Lindungi Sistem Saraf
Daun Keladi bitam mengandung vitamin B6, tiamin, niasin dan riboflavin yang dikenal melindungi sistem saraf.
Semua nutrisi ini membantu perkembangan otak janin dan memperkuat sistem saraf.


10.Mengontrol Kadar Gula Darah
Keladi hitam atau talas hitam adalah umbi-umbian dengan akar yang mengandung pati resisten dan kaya akan serat.
Kedua zat gizi dalam talas ini memliki manfaat berupa mengendalikan kadar gula darah.

Adalagi, selain talas atau keladi hitam yaitu jenis pohon talas besar merupakan tanaman yang sangat disarankan untuk ditanam di depan rumah atau pekarangan. Selain menjadi hiasan dan memperindah taman rumah, keindahan serta keanggunan dan kekuatannya, pohon talas besar diyakini memiliki kekuatan magis yang mampu mengusir dari ancaman kejahatan juga sebagai pelindung alami yang menghadirkan energi positif dan menarik kebaikan ke dalam lingkungan tempatnya tumbuh. 

Meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini, kepercayaan akan kekuatan magis pohon talas besar tetap saja. Bullll….. Bullll…. Klepussss…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version