Kabar
Polisi akan Tindak Bus yang Pakai Klakson Basuri
JAYAKARTA NEWS – Aparat Kepolisian Lalu Lintas akan menindak para sopir bus yang ngotot memasang klakson basuri, terutama menjelang Lebaran 2025. Sopir bus tersebut akan ditilang karena melanggar aturan.
“Iya, kita lakukan tilang,” tegas Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho, seperti dikutip Selasa (18/2/2025).
Karena, kata Agus, memang dalam Operasi Keselamatan Lalu Lintas itu ada tiga cara bertindak, yang pertama preemtif 40 persen, yang kedua preventif 40 persen, dan 20 persen adalah penindakan, termasuk tilang.
Agus menuturkan, penindakan bus basuri menjadi salah satu sasaran dalam Operasi Keselamatan 2025 yang sedang digelar. Bus basuri ditindak lantaran menyalahi aturan yang ada.
“Itu salah satu sasaran operasi keselamatan lalu lintas. Jadi kami mengimbau dan ini akan kami tertibkan semuanya. Tentunya ini Pelanggaran, karena tidak sesuai dengan spec daripada bunyi klakson tersebut,” jelas Agus.
Agus mengimbau para sopir dan PO bus melepas klakson telolet tersebut. Pihaknya akan menindak para sopir bus yang ngotot memasang klakson telolet.
“Pasalnya ada, nanti kita tindak semuanya. Kami saat ini mengimbau agar supaya semua, terutama bus tidak menggunakan klakson telolet, basuri, tidak boleh itu,” tegas Agus.
Sebelumnya, Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho mengungkap ada 4 klaster rawan macet menjelang Labaran 2025. Kerawanan itu mulai dari jalur tol hingga tempat wisata.
“Pertama kita mempersiapkan jalur tol, baik itu nanti kerawanan di dalam tol. Termasuk juga mempersiapkan jalan-jalan nasional,” ujar Irjen Agus.
Klaster lain yang perlu diantisipasi yakni jalur penyeberangan antar pulau atau provinsi seperti di Merak dan Banyuwangi. Terakhir tempat wisata yang kerap dikunjungi masyarakat saat momen lebaran.
“Klaster ketiga adalah kita mempersiapkan jalur-jalur penyeberangan jadi di Merak, termasuk di Banyuwangi jadi penyeberangan jalan. Termasuk tempat-tempat yang tentunya nanti menjadi tujuan dari para pemudik termasuk tempat ibadah, wisata, dan lain sebagainya,” terang Agus.
Irjen Agus mengatakan pihaknya melakukan evaluasi mengacu pada Operasi Ketupat 2024. Hal-hal terkait kemacetan di gerbang tol hingga beberapa ruas jalan lainnya akan dievaluasi lebih lanjut. (yr)