Site icon Jayakarta News

Penyebab Takut Hantu

Gde Mahesa

Walaupun Indonesia tidak mengenal dan mempunyai tradisi Halloween, namun kepercayaan soal eksistensi hantu jangan ditanya. Mahluk-mahluk astral berbagai jenis dan bentuk nyaris tiap hari bisa jadi perbincangan atau bahkan menampakkan diri pada sebagian orang; Apalagi konon di hari Selasa dan Jumat Kliwon yang menurut sebagian orang adalah hari besar golongan lelembut.

Nyaris semua orang, tidak pandang anak-anak ataupun dewasa di seluruh Indonesia, bahkan sejagat raya pasti mengenal istilah “hantu”. Tak sedikit yang percaya adanya makhluk halus ini. Walaupun ada sebagian yang tidak percaya, tetapi ketika membahas soal hantu mungkin ada yang merasa takut, dan tentunya ada yang penasaran ingin tahu kebenaran dan keberadaanya.

Di sebagian belahan bumi, tepatnya di beberapa negara mempunyai ciri khas hantu dengan cerita seramnya. Seperti China, mempunyai hantu yang dinamakan Jiang Shi, berpakaian seperti era dinasti Cing. Irlandia ada hantu Bean Si wanita dari dunia peri, sosok misterius pembawa kematian. Sedangkan di abad pertengahan hantu terpopuler yang sampai sekarang masih ngetop adalah Pangeran Drakula, sosok lelaki yang suka menggigit dan menghisap darah manusia di lehernya.

Nah lantas bagaimana di Indonesia, kenapa para dhedhemit atau hantu tersebut mayoritas mengenakan busana putih? Seperti pocong, kuntilanak, wewe gombel, sundel bolong yang sering menampakkan diri menggunakan busana putih. Tentunya hal ini tak lepas dari pergeseran peradaban yang ditandai dengan era dominasi masyarakat yang beragama Islam. Dimana terlihat pada setiap zaman dan setiap budaya memiliki jenis hantu dan cerita masing-masing serta dibentuk oleh konteks yang unik.

Era era jauh sebelum masuk peradaban Islam, pada era Hindu-Budha, seperti zaman Majapahit, Mataram kuno, Sriwijaya dan sebagainya, hantu yang menampakkan diri kala itu memiliki sebutan sendiri. Seperti yang tercatat dalam naskah Kakawin Sena, ada Butha Kala Dengen, Banaspati, Kamangmang dan Badhalungan yang memiliki wujud kepala api.

Walaupun tidak ada bukti yang bisa mendukung keberadaan hantu, tetapi mereka para lelembut itu telah berhasil menghantui manusia di mana pun.

Beberapa orang bisa jadi merasa takut jika mendengar hal-hal yang berkaitan dengan hantu, sebab seringkali dikonotasikan sebagai objek mistis yang menyeramkan.

Hantu secara umum merujuk kepada roh atau arwah yang telah meninggal dunia. Ketakutan orang tentang hantu karena kombinasi budaya, tradisi lisan, dan kepercayaan mistis yang berakar kuat sejak zaman dulu. Ketakutan seperti diperkuat oleh cerita rakyat, konten horor, serta kepercayaan bahwa makhluk halus adalah perwujudan roh jahat atau arwah penasaran. 

Beberapa faktor utama penyebab masyarakat takut hantu :

Pada dasarnya hantu yang diproduksi oleh kebudayaan, adalah berdasarkan ketakutan yang mengadopsi asumsi-asumsi dari tata nilai lingkungan sekitar. Jadi kesimpulannya, hantu adalah proyeksi ketakutan dari alam bawah sadar seseorang, yang dimulai dari hal paling dasar, yaitu takut gelap.

Jadi mungkin saat merinding di sebuah ruangan gelap itu bukan berarti ada makhluk gaib, namun hal inilah yang memberi kemungkinan penampakan dari makhluk ghaib tersebut.
Bullll….. bullll….. klepussss……

Exit mobile version