Metro
Pemprov DKI Optimalkan Teknologi dan AI dalam Tata Kelola Kota
JAYAKARTA NEWS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, data, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam tata kelola kota. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
“Pemanfaatan teknologi dan AI mulai diterapkan dalam tata kelola kota,” ungkap Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Kamis (18/6/2026).
Pramono menyebut contohnya melalui Intelligent Traffic Control System, JAKI, Jakarta Satu, digitalisasi pasar tradisional dan UMKM, serta pemanfaatan teknologi oleh TPID untuk menjaga stabilitas harga dan inflasi Jakarta yang pada Mei 2026 tercatat 2,49 persen year on year..
“Teknologi digital, dan AI kini menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing bangsa dan kota. Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional punya tanggung jawab menjadi penggerak transformasi ini,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, daya saing kota pada era algoritma tidak lagi hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik. Kota juga harus mampu menyiapkan talenta, mendorong inovasi, dan memanfaatkan teknologi untuk memperkuat layanan publik serta efektivitas kebijakan.
“Karena itu, Pemprov DKI terus mendorong Jakarta menjadi kota global yang semakin kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan,” tandas Pramono.
Gubernur Pramono mengatakan, posisi Jakarta sebagai kota global terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan Global City Index, peringkat Jakarta naik dari posisi 74 menjadi 71 dunia.
Capaian tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat daya saing Jakarta menuju target Top 20 Global City pada 2045.
Untuk mencapai target tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan inisiatif Jakarta RISE#20 sebagai kerangka transformasi menuju kota global. Inisiatif ini menjadi acuan agar program pembangunan, inovasi layanan, dan penguatan daya saing Jakarta berjalan lebih terarah.
“Inisiatif ini berfungsi sebagai roadmap untuk memperkuat fondasi pembangunan, mendorong pertumbuhan yang inovatif dan inklusif, serta meningkatkan peran Jakarta di tingkat regional maupun global,” jelas Pramono.
Penerapan teknologi tersebut dilakukan secara bertahap pada sektor-sektor yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga, mulai dari mobilitas, layanan publik, pengelolaan data spasial, penguatan ekonomi lokal, hingga tim pengendalian inflasi daerah (TPID).
Di bidang mitigasi banjir, Pemprov DKI Jakarta juga mengoptimalkan kamera pengawas atau CCTV yang terkoneksi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta.
Sistem tersebut dapat dipantau masyarakat melalui situs resmi www.pantaubanjir.com dan menjadi bagian dari dukungan pengambilan keputusan di lapangan.
“Sistem terintegrasi ini menjadi backbone bagi command center Dinas SDA untuk mengambil keputusan cepat dan akurat terkait pengoperasian pintu air serta pompa secara real time, khususnya saat wilayah ibu kota memasuki status siaga musim hujan,” jelas Gubernur Pramono.
Di sektor transportasi, konektivitas transportasi publik Jakarta saat ini telah mencapai 93 persen dan terus dikembangkan agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, serta kelompok rentan.
“Moda seperti MRT dan Transjakarta terus dikembangkan agar ramah terhadap penyandang disabilitas serta lansia,” tuturnya.
Gubernur Pramono menambahkan, pemanfaatan teknologi harus tetap diarahkan untuk menjawab kebutuhan warga. Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya memperkuat daya saing Jakarta di tingkat global, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehari-hari. (yog)