Sport

Paraguay Bikin Jerman Kembali Menangis! Ini Curhat Kapten Tim Joshua Kimmich

Published

on

Joshua Kimmich/Foto: Instagram bayernfans.idd

JAYAKARTA NEWS— Jerman kembali menangis! Ini yang ketiga kalinya mereka tersingkir lebih awal di Piala Dunia sejak 2018 lalu. Kala itu Jerman yang berstatus sebagai juara bertahan kandas di babak penyisihan grup. Empat tahun kemudian langkah mereka kembali terhenti secara tragis di fase yang sama.

Dan kini, 2026, mereka juga pulang ‘kampung’ lebih awal. Meski kali ini tidak seburuk dua Piala Dunia sebelumnya, tapi tetap saja gigit jari. Jauh dari target. Mereka memang lolos fase gugur, tapi terguling di babak 32 besar.

Tak heran Tim Panser ini sedih bukan kepalang. Kapten Tim Joshua Kimmich dan lainnya di antaranya Kai Havertz, dan Julian Nagelsmann, menjadi yang pertama merefleksikan kekalahan menyakitkan Die Mannschaft dari Paraguay di babak 32 besar.

Dikutip dari fifa.com, Kapten Jerman, Joshua Kimmich, bicara blak-blakan setelah timnya secara mengejutkan tersingkir dari Piala Dunia FIFA 2026 oleh Paraguay. Kekecewaan mendalam dari pemain Bayern Munchen tersebut terlihat jelas, namun ia tetap mampu memberikan analisis pascapertandingan yang melampaui sekadar kalimat klise.

“Ketika saya menonton tim nasional sewaktu kecil, mereka selalu mencapai semifinal, final, menjadi juara dunia. Tidak ada hal lain selain kesuksesan,” ujar Kimmich. “Menjadi pendukung setia tim nasional benar-benar membentuk diri Anda. Itulah yang ingin kami berikan kepada anak-anak dan masyarakat di rumah.

“Namun sekali lagi, kami gagal memantik kegembiraan apa pun, gagal menjadi tim di lapangan yang bisa dibanggakan oleh masyarakat, karena pada akhirnya, segalanya bermuara pada apakah Anda berhasil atau tidak.”

“Hal yang bisa saya lakukan hanyalah meminta maaf,” kata penyerang Arsenal tersebut, yang sebelumnya sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 namun kemudian gagal mengeksekusi penalti pertama. “Kami—dan yang saya maksud khususnya adalah para pemain, di luar pelatih—harus benar-benar berkaca dan mengevaluasi diri kami sendiri,” ujarnya, dilansir fifa.com

Timnas Jerman usai dikalahkan Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia/Foto: fifa.com

Siapa yang Salah?

Bagi Kimmich, persoalan tentang siapa yang harus disalahkan juga sudah jelas. “Tidak boleh ada seorang pun yang berpikir untuk menyalahkan wasit atas hasil ini, atau menyalahkan adu penalti hari ini,” kata kapten Jerman itu.

“Jika Anda tidak bisa menang selama 120 menit, Anda memang layak tersingkir. Anda tidak boleh bergantung pada keberuntungan melawan musuh seperti itu; Anda harus memiliki kualitas di dalam tim untuk mengalahkan mereka secara meyakinkan.”

Pelatih Nagelsmann Buka Suara

Sekali lagi, kualitas Jerman tidak terlihat di Stadion Boston. Menurut pelatih Julian Nagelsmann, permainan timnya terlalu mudah ditebak dan kurang tajam.

“Kami butuh waktu terlalu lama untuk mulai membongkar pertahanan lawan di lapangan,” ujar Nagelsmann secara terbuka kepada saluran TV Jerman, ZDF, seraya menyoroti kekurangan timnya.

“Kami seharusnya lebih sering mengalirkan bola ke dalam kotak penalti, dan kami semestinya bisa mengunci kemenangan lebih awal. Permainan kami hari ini terlalu lambat.”

Namun, Nagelsmann tampak lebih kesal dengan penampilan defensif timnya, mengingat Paraguay hanya membutuhkan satu gerakan bagus untuk menembus lini belakang Jerman.

“Sayangnya, dalam sepak bola, beberapa tim mampu menang menggunakan taktik yang cukup sederhana – dan Anda perlu mampu bertahan dengan baik melawan taktik seperti itu,” ujarnya.

Pada konferensi pers pasca pertandingan, Nagelsmann mengatakan dia tahu persis “bagaimana cara kerja sepak bola” dan mengakui bahwa pertanyaan tentang masa depannya adalah hal yang wajar. Kontraknya berlaku hingga 2028, dan para pemainnya berharap ini bukan turnamen terakhir bersamanya sebagai pelatih.

“Saya berharap ia terus percaya pada dirinya sendiri dan kemampuannya, karena tidak ada seorang pun di ruang ganti yang menyalahkan dirinya,” kata Kimmich, yang menilai bahwa para pemain sering kali cepat menyalahkan pelatih ketika segala sesuatunya berjalan buruk, seraya menegaskan kembali bahwa hal itu tidak terjadi di tim Jerman.

“Pada akhirnya, kamilah yang berada di atas lapangan, dan kami harus selalu menargetkan kemenangan atas Paraguay.”

Eliminasi ini menjadi pil yang sangat pahit untuk ditelan, khususnya bagi Kimmich secara pribadi. “Tersingkir sebagai kapten rasanya jauh lebih berat,” ujar bek kanan tersebut, yang sempat digeser ke posisi gelandang tengah sebelum babak perpanjangan waktu dimulai, sebuah keputusan yang sebenarnya telah diserukan oleh banyak penggemar di Jerman.

“Anda memikul tanggung jawab besar atas tim ini. Saya merasakan tanggung jawab itu dan kami semua yang berada di lapangan seharusnya merasakannya. Pada akhirnya, sayangnya kami mengacaukannya lagi.” (di/Sumber: fifa.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version