Kabar

Nilai-nilai Tradisi Buah Pinang

Published

on

Gde Mahesa

Pinang (Areca catechu L) Pinang merupakan tumbuhan yang termasuk dalam jenis palem-paleman, konon berasal dari tanah Malaya (Malaysia),

Buah pinang banyak dimanfaatkan dalam tradisi nyaris dibelahan Asia Tenggara sejak abad ketujuh, menurut sumber-sumber dari China. Di Indonesia buahnya dikombinasikan dengan daun sirih, kapur putih, dan gambir untuk nyirih.

Kegiatan menginang atau nyirih ini juga tertuang dalam relief di Borobudur. Dalam tradisi itu, buah pinang diiris-iris dan dikunyah-kunyah bersama kombinasinya atau tembakau – hingga mulut memerah. Inilah tradisi menginang atau menyirih. 

Nenek moyang kita terdahulu sering memanfaatkan tanaman pinang sebagai kesehatan gigi, dengan dicampur sirih.

Selain dimanfaatkan sebagai obat untuk memperkuat kesehatan pada gigi, ternyata buah pinang juga dipercaya mengadung kekuatan magis yang sangat kuat. Cara memanfaatkan kemagisan mistik dari buah pinang tua tersebut ialah sebagai pengusir mahluk halus penghuni rumah, dan orang yang memiliki niatan jahat pada sang pemilik rumah, dengan
mengambil buah pinang yang sudah tua, sebanyak sembilan buah, kemudian buah pinang tersebut dibungkus dengan kain hitam, setelah itu gantunglah kain hitam yang berisi pinang tersebut, diatas pintu masuk rumah. Namun sebelum digantung bacakanlah doa harapan keselamatan sesuai keyakinan, niscaya atas kehendakNya mahluk halus yang mempunyai niatan jahat pada penghuni rumah itu pergi dan tak berani mengganggu.

Dalam kebudayaan Dayak, pusun mayang pinang (bunga pinang sehat ) tak hanya sekadar bahan upacara, tetapi juga dipercaya memiliki makna spiritual yang mendalam juga menjadi simbol penting dalam berbagai ritual adat suku Dayak di Kalimantan Tengah, dan dipercaya sebagai perlambang kesucian dan keseimbangan alam semesta. Buah dan bunga pinang yang disusun rapi juga melambangkan harmoni antara manusia dan alam. 

Sedangkan bagi masyarakat Papua buah pinang ibarat seperti kudapan ataubcamilan sehari-hari. Maka tidak mengherankan jika disini bisa menjumpai anak-anak mulai usia 5 tahun mulutnya berwarna kemerahan, tanda sedang atau habis makan pinang.

Aktivitas ini sangat bernilai tinggi bagi adat masyarakat Papua, dalam upacara kelahiran, perkawinan, atau ritual adat lainnya, pinanglah yang pertama disuguhkan kepada para tamu yang hadir.

Biji pinang mengandung zat psikoaktif keempat yang paling lazim ditemukan di dunia setelah nikotin, alkohol, dan kafein, dalam batas tertentu juga digunakan untuk mengobati depresi, skizofrenia, kejang yang semuanya berhubungan dengan sistem saraf pusat. Selain buahnya, daun pinang juga kerap digunakan sebagai ramuan penambah nafsu makan.

Selain manfaat buah pinang tentunya juga memiliki mitos yg menarik.

Di beberapa daerah, pinang sering ditanam di depan rumah sebagai simbol perlindungan. Diyakini bahwa tanaman ini bisa menangkal energi negatif atau roh jahat.

Dalam beberapa budaya, pinang dianggap sebagai simbol kesuburan dan keberuntungan. Oleh karena itu, sering digunakan dalam berbagai upacara adat atau perayaan khusus, lain daripada itu juga dipercaya dapat membawa keharmonisan dan perdamaian dalam rumah tangga.

Ada juga yang mempercayai bahwa pohon pinang memiliki hubungan dengan leluhur. Beberapa masyarakat meyakini bahwa roh leluhur bersemayam dalam pohon ini dan memberikan perlindungan serta berkah kepada keturunannya.

Meski manfaat medisnya masih perlu penelitian lebih lanjut, beberapa orang percaya bahwa bagian tertentu dari tanaman ini bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit lewat cara-cara tradisional.

Pinang, meminang, dipinang seperti terkandung makna yg sama, namun tentu jelas berbeda. Lebih baik, sruputtt kopi pahitnya bullll bullll klepussss….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version