Site icon Jayakarta News

Mengusir Hantu tanpa Mantra

Gde Mahesa

Teduh sejuk tenang mendatangkan rezeki tentu harapan setiap orang menempati rumah tinggalnya. Namun banyak terjadi, bila sehabis pindah rumah, baik di rumah yang sudah berumur ataupun baru dibangun terkadang mendapatkan gangguan yang tak lazim. Sehingga mendatangkan keresahan pada seseorang ataupun seluruh anggota keluarga.

Apakah ketidak-laziman itu dari alam ghaib atau mahkluk halus? Lantas makhluk halus seperti apa? Yang jelas, mereka adalah sosok yang tak kasat mata alias tidak dapat dilihat oleh mata telanjang, karena keberadaannya tidak mampu dijangkau oleh kelima indera manusia. Mereka yang bisa atau mampu melihat makhkluk halus dianggap mempunyai indera keenam.

Pengertian hantu atau mahkluk halus secara umum berbeda-beda untuk setiap agama, peradaban atau adat. Dalam banyak budaya, hantu tidak didefinisikan sebagai zat yang baik dan buruk. Nama setan, iblis, genderuwo, dan lain-lain paling sering digunakan untuk menyebut roh jahat.
 
Rumah angker berhantu memang sering menjadi topik pembicaraan yang seru oleh banyak orang, apalagi pada malam-malam tertentu, seperti malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon. Rumah atau tempat yang dianggap berhantu tidak hanya membuat pemiliknya rugi secara emosional namun juga materiil karena dapat membuat harga rumah tersebut jatuh jika mau dijual atau disewakan.

Namun tentunya semua kembali kepada kepercayaan masing-masing, banyak yang meyakini bahwa rumah yang berhantu memiliki karakteristik tertentu yang dapat dikenali . Beberapa tanda rumah dianggap berhantu yang kemungkinan pernah dirasakan antara lain :

Peristiwa atau fenomena ini menjadi penjelasan tentang supranatural  juga bisa terkait dengan kondisi psikologis, jadi penting untuk melakukan refleksi diri atau konsultasi dengan profesional jika sangat mengganggu. 

Cara mengusir hantu dari rumah secara supranatural sering kali melibatkan ritual spiritual, pembacaan doa atau ayat suci, menurut kepercayaan dan budaya tertentu, dan penggunaan benda-benda yang dipercaya memiliki energi pelindung, diantaranya ;

Namun, adakah cara lain tanpa sesaji ataupun mantra dan ritual ? Pastinya ada, dengan mencoba beberapa pendekatan non-mistis dan berbasis psikologi untuk mengatasi perasaan atau kejadian yang dianggap terkait dengan aktivitas “hantu” :

Pembersihan dan Penataan Ulang Ruangan:
Ruangan yang berantakan atau gelap dapat menciptakan suasana yang menakutkan atau tidak nyaman. Tata ulang, dan bersihkan.

Pencahayaan yang Cukup:
Gunakan lampu terang di area yang membuat rasa takut. Kurangnya cahaya sering menjadi penyebab utama munculnya bayangan atau penampakan yang disalahpahami.

Menggunakan Aroma Terapi:
Bau tertentu, seperti lavender atau jeruk, dapat membantu menciptakan suasana yang lebih tenang dan nyaman dimana dapat mengurangi perasaan cemas atau takut.

Menciptakan Suasana Positif:
Putar musik yang menenangkan, undang teman atau keluarga, atau lakukan aktivitas yang menyenangkan di ruangan tersebut untuk mengubah energi terhadap tempat itu.

Konsultasi dengan Profesional:
Jika perasaan takut atau adanya kehadiran yang tidak diinginkan terus mengganggu, segera konsultasikan untuk berbicara dengan konselor, psikolog, atau terapis. Yang mana diharapkan dapat memberikan strategi koping dan membantu mengidentifikasi akar penyebab psikologis.

Menghilangkan Sumber Suara atau Fenomena Alam: Periksa apakah ada sumber suara yang wajar seperti pipa berderit, angin, atau hewan pengerat yang mungkin disalah artikan sebagai sesuatu yang supernatural.

Fokus pada Kenyamanan Pribadi: Gunakan pendekatan yang membuat merasa paling aman dan nyaman secara pribadi, dengan mengubah rutinitas harian di dalam rumah.

Jangan Berikan Perhatian
Masa bodo, atau cuek, menjadi salah satu cara untuk menghilangkan gangguan.

Jika hal di atas telah dicoba dan tidak ada perubahan berarti, memang harus meminta bantuan dari yang mengerti.

….. Bullll….. bullll…. klepussss…..

Exit mobile version