Kabar
Manusia yang Manusia
– Eko Hand
Lapisan kerak sejarah berkisah, sejak jutaan tahun keberadaan manusia di bumi, manusia tidak pernah takut menghadapi hidup.
Pada dasarnya, manusia adalah ndableg (bebal), manusia tidak pernah punya rasa takut salah dan tidak pernah punya rasa takut kalah.
Manusia justru kebingungan setelah mengalami kebenaran dan kemenangan (prestasi), setelah itu trus mau ngapain?
Sejak zaman purba, sejak jutaan tahun yang lalu, sebelum manusia mengenal diksi-diksi “KEESATUNGGALAN” sejak sebelum ada diksi benar salah, baik buruk, positif negatif, zinah dsb.
Sesungguhnya data dan fakta hidup manusia tersimpan dalam “rasa,”. Di dalam kedalaman rasa, tersimpan :
– DNA spiritual,
– DNA intelektual,
– DNA Akal Budi dan Kebijaksanaan,
– DNA Ksatria Unggul (Satria Utama)
– DNA proses berkarya leluhur yang bertransformasi turun temurun dari perjalanan darah putih (pejuh) yang menitik di rahim ibu dan darah merah yang mengalir pada tali puser yang terhubung kepada raga ibu.
Itulah data dan fakta, alasan konkrit kenapa manusia manusia memiliki kecenderungan untuk :
– Hidup positif hidup
1. bertanggung jawab
2. berdayaguna (bermanfaat)!bagi orang banyak
– pola negatif hidup
1. Cacat manusia adalah dikarenakan adanya “semangat berkompetisi” ini sangat kasunyatan, karena dari proses terbentuknya janin juga akibat dari kompetisi, katanya milyaran sel pejuh mengikuti sayembara dan hanya yang pertama menembus sel telur yang berhasil melanjutkan hidup, milyaran peserta sayembara menjadi makhluk “wurung”. Semangat juang berkompetisi ini lah yang menurunkan penyakit-penyakit batin seperti :
2. Curang, culas, menginjak yang lemah adalah bagian proses kompetisi untuk menjadi pemenang.
3. Kikir, iri, dengki, menipu adalah bagian dari monopoli strategi untuk mencapai kemenangan.
4. Kesombongan, yang bertahta pada batin, pada pikiran dan pada mulut, adalah sumber dari segala sumber petaka (bencana kemanusiaan) yang ada di muka bumi ini.
Rahayu
TAMAN SESAJI NUSANTARA
WARNA TANAH AIRKU