Sport

Lise Klaveness Digadang-gadang Jadi Presiden FIFA Gantikan Gianni Infantino

Published

on

Lise Klaveness, Presiden Asosiasi Sepak Bola Norwegia (NFF)/Foto: Instagram liseklaveness

JAYAKARTA NEWS— Posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA terus digoyang. Langkah yang sekarang sedang dirancang adalah melaporkan ulah Infantino pada Komite Etik. Tiga poin yang jadi sorotan adalah terkait rencana penjualan saham Piala Dunia. Meskipun rencana tersebut sudah dibatalkan namun hal itu, konon, termasuk dalam materi aduan.

Kasus pembatalan sanksi Florian Balogun, serta pemberian Penghargaan Perdamaian kepada Presiden Trump, juga termasuk yang akan dilaporkan.

Mengutip Daily Mail, pelaporan tersebut akan dilakukan Presiden Asosiasi Sepak Bola Norwegia (NFF), Lise Klaveness, yang digadang-gadang menggantikan Gianni Infantino.

Sebagaimana diketahui, UEFA menuntut pelengseran Infantino. Mereka juga mengancam memboikot turnamen-turnamen FIFA selama Infantino masih menjabat sebagai presiden FIFA.

Klaveness—yang disebut-sebut sebagai calon pengganti Infantino—mendukung sikap tersebut setelah rapat pengurus bulanan mereka. Mantan presiden FIFA, Sepp Blatter, termasuk di antara pihak yang mendukung Klaveness untuk menggantikan Infantino.

Mantan pengacara berusia 45 tahun itu juga akan mengajukan aduan resmi ke Komite Etik FIFA, badan yang memiliki wewenang untuk menjatuhkan sanksi larangan berkecimpung dalam dunia sepak bola.

Presiden Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino/Foto: Instagram gianni_infantino

Aduan tersebut, demikian dikutip dari Daily Mail, tidak hanya akan menyoroti usulan penjualan saham Piala Dunia senilai £3,1 miliar kepada investor swasta, tetapi juga keputusan pemberian Penghargaan Perdamaian FIFA (*FIFA Peace Prize*) yang bersifat *ad hoc* kepada Presiden Donald Trump, serta pembatalan sanksi kartu merah Florian Balogun di Piala Dunia yang diduga akibat tekanan politik dari Trump.

“Dewan pengurus menyatakan bahwa kami tidak lagi menaruh kepercayaan kepada Gianni Infantino. Kami tidak memilikinya pada pemilihan lalu, dan kami pun tidak memilikinya saat ini,” ujar Klaveness.

“Tidak ada jalan kembali bagi Gianni Infantino. Komunitas sepak bola internasional sangat terpecah, dan kita harus bersatu sekarang.

“Kami akan meminta presiden FIFA untuk mundur sekarang juga. Tidak diragukan lagi: ada krisis mendalam dalam kerja sama sepak bola internasional.

“Telah terjadi pelanggaran yang tidak dapat dipulihkan lagi,” tambahnya terkait keputusan untuk melapor ke komite etik.

“Kita telah sampai pada situasi di mana langkah-langkah luar biasa diperlukan untuk menciptakan perubahan yang langgeng.”

Dukungan untuk Infantino

UEFA memimpin upaya untuk melengserkan Infantino dari kursi Presiden FIFA. Namun, administrator sepak bola asal Swiss itu tampaknya masih mendapat dukungan dari Afrika, Amerika Selatan, dan Asia—dukungan yang cukup kuat untuk menangkis segala tantangan terhadap kepemimpinannya.

Sementara itu, Meksiko mengambil langkah berbeda dari sikap oposisi CONCACAF terhadap Infantino, dengan menegaskan kembali kepercayaan mereka terhadap kepemimpinan FIFA.

Penolakan UEFA saat ini untuk berpartisipasi dalam kompetisi FIFA akan menimbulkan masalah komersial yang signifikan bagi badan induk sepak bola tersebut, yang berpotensi mendorong Infantino untuk mempertimbangkan kembali posisinya di puncak dunia sepak bola. (Sumber: Daily Mail)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version