Agribisnis
Kementan Tergetkan Indonesia Jadi Raja Ekspor Hortikultura Dunia
JAYAKARTA NEWS – Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Indonesia menjadi eksportir buah dan florikultura terdepan atau nomor satu dunia dalam 10 tahun mendatang. Promosi dan standardisasi mutu pun ditingkatkan.
“Kalau tanaman hias untuk aquascape dan ikan hias Indonesia sudah mampu menjadi nomor satu dunia, kenapa hortikultura tidak bisa?,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Hotman Fajar Simanjuntak, dikutip Senin (15/6/2026).
Lebih lanjut Hotman mengatakan, penguasaan pasar internasional tidak hanya ditentukan oleh promosi, tetapi juga konsistensi penerapan standar mutu dan sistem ketertelusuran produk (traceability) yang menjadi persyaratan utama negara tujuan ekspor.
“Kita harus memastikan mutu produk terstandar dan traceability berjalan dengan baik karena itu menjadi bagian penting dari protokol ekspor yang disyaratkan negara tujuan,” jelas Hotman.
Direktorat Jenderal Hortikultura juga terus memperkuat skema business matching dengan pelaku usaha, komunitas, dan buyer internasional.
Menurut Hotman, komunitas tanaman dan florikultura memiliki jejaring pasar global yang dapat menjadi jembatan bagi petani dan UMKM Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.
“Komunitas-komunitas ini memiliki hubungan langsung dengan buyer luar negeri. Mereka mengetahui kebutuhan pasar global dan dapat menjadi jembatan bagi petani serta UMKM kita untuk menembus pasar internasional,” terang Hotman.
Sebagai regulator, pemerintah juga akan terus memfasilitasi pelaku usaha dalam memenuhi berbagai persyaratan ekspor serta menyederhanakan regulasi guna meningkatkan daya saing produk hortikultura nasional.
“Kami akan terus memediasi dan memfasilitasi. Jika ada hambatan regulasi, akan kami sederhanakan agar para pelaku usaha, petani, dan UMKM lebih mudah menembus pasar internasional,” ujar Hotman.
Nusa Horti dirancang sebagai wadah strategis untuk mempertemukan petani, pelaku usaha, komunitas, dan buyer dari dalam maupun luar negeri guna mempercepat peningkatan ekspor hortikultura nasional.
“Karena itu dibuat wadah Nusa Horti untuk memperkenalkan seluruh potensi buah, sayuran, tanaman obat, dan florikultura Indonesia kepada pasar yang lebih luas,” kata Hotman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaimen mengatakan, penguatan program peningkatan mutu dan diversifikasi pasar ekspor termasuk untuk komoditas hortikultura. Produk pertanian harus didorong ke pasar global untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.
”Target kita bukan hanya mempertahankan, tapi melipatgandakan kontribusi sektor pertanian terhadap devisa negara,” ungkap Mentan. (yog)