Kabar

Jimat Susuk Besi Kuning

Published

on

Gde Mahesa

Besi kuning dalam dunia supranatural merupakan benda pusaka/jimat yang dipercaya sebagian masyarakat tradisional Jawa guna melindungi pemegangnya dari marabahaya. Secara umum Wesi Kuning juga berarti besi kuning memiliki lebih dari sekedar nilai estetika, serta memiliki makna sebagai bentuk kekebalan dan keselamatan dalam kanuragan karena kekuatan supernatural yang bernilai magis, dan biasanya ada yang terbentuk secara alami. Namun tidak menutup kemungkinan bisa dibuat oleh tangan manusia sesuai dengan keperluan dan harus melewati ritual tertentu untuk diberi kekuatan ghaib.

Konon, benda ini diyakini sebagian orang sebagai warisan dari senjata pamungkas milik Minak Djinggo, yakni sosok Raja Blambangan (sekarang Banyuwangi).
Besi kuning ini, merupakan serpihan senjata gada milik Menak Jinggo yang berhasil dihancurkan Damar Wulan ketika keduanya bertarung.

Dalam dunia perdukunan, besi kuning juga dipercaya bisa untuk pesugihan. Benda ini mempunyai banyak jenis dan bentuk, dari benda padat, benda kuno ataupun benda yang tak lazim ditemui seperti ada yang mempunyai bentuk unik menyerupai kepompong berwarna emas yang menjadi simbol kekuatan dan perlindungan dalam budaya Indonesia.
Hanya keberadaannya sangat langka, sehingga menjadikannya sangat dihargai dan dicari banyak orang.

Bentuk paku Besi Kuning disebutkan memiliki banyak manfaat serta multi fungsi. Dilakukan dengan cara dipakukan di tanah atau lokasi tempat usaha, toko, warung, gudang dan kios, atau ditancapkan pada rumah untuk keberkahan serta keselamatan dan kelancaran rezeki.

Lain daripada itu, penggunaan besi kuning juga bisa lewat susuk, yaitu dengan cara memasukkan benda yang dimaksud ke dalam tubuh. Praktik ini telah lama menjadi bagian dari warisan budaya di berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara, dengan variasi bentuk dan kepercayaan yang menyertainya.

Metode jejak praktik lewat susuk ini dapat ditelusuri hingga berabad-abad lalu. Bukti-bukti arkeologis dan catatan sejarah menunjukkan adanya praktik serupa di berbagai peradaban kuno.

Di Nusantara sendiri, tradisi susuk erat kaitannya dengan kepercayaan animisme dan dinamisme, di mana benda-benda tertentu diyakini memiliki kekuatan gaib.

Pada masa kerajaan Hindu-Buddha, praktik ini dipercaya menjadi bagian dari ritual spiritual dan perlindungan diri para prajurit atau anggota kerajaan, yang mana rata-rata menggunakan susuk Besi Kuning atau Wesi Kuning guna untuk tujuan perlindungan fisik dan kekebalan.

Dan kini, di era AI dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepercayaan terhadap susuk mulai menurun. Namun, praktik ini masih tetap ada di sebagian masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih kuat memegang tradisi.

Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa klaim mengenai kekuatan magis susuk belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Sedangkan efek yang dirasakan oleh pemakai kemungkinan besar disebabkan oleh sugesti atau efek plasebo.

Bullll…. Bullll…. Klepussss…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version