Aksi Korporasi

ID FOOD Targetkan Produksi Gula pada 2025 Sebanyak 350 Ribu Ton

Published

on

Produk gula ID FOOD (dok ID FOOD)

JAYAKARTA NEWS – Holding BUMN Pangan ID FOOD menargetkan peningkatan produksi gula sebanyak 350 ribu ton pada 2025. Target tersebut dipatok lebih tinggi dibanding produksi gula tahun 2024 sebanyak 320 ribu ton. ID FOOD juga menargetkan capaian tebu digiling sebanyak 4,1 juta ton di tahun 2025, atau naik 4 persen dari tahun lalu.

“Peningkatan produksi dan tebu digiling tersebut sejalan dengan target pertumbuhan luasan lahan tebu ID FOOD di tahun 2025 yang mencapai 65 ribu hektare (ha) lebih tinggi dari tahun 2024 yang berada di angka 61 ribu ha,” ungkap Direktur Utama ID FOOD Sis Apik Wijayanto, Kamis (19/12/2024).

Sis Apik mengatakan, pihaknya melakukan sejumlah persiapan untuk menyambut musim giling di tahun depan guna menjaga peningkatan produksi gula nasional di tahun 2025. Persiapan berfokus pada perluasan lahan tebu, penerapan smart farming, dan peningkatan kemitraan dengan petani.

Menurut Sis Apik, perluasan lahan tebu menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan guna memastikan pasokan bahan baku, baik itu lahan tebu sendiri (HGU) maupun kemitraan. Perusahaan akan memiliki kepastian pasokan bahan baku tebu untuk digiling menjadi gula di 6 Pabrik Gula (PG) yang saat ini dikelola ID FOOD Group.

“Salah satu langkah perluasan yang kami lakukan melalui kerja sama optimalisasi lahan dengan Perhutani dan PTPN serta instansi lainnya,” ujar Sis Apik.

Selain itu, tambah Sis Apik, pihaknya juga menggandeng petani tebu lokal untuk memanfaatkan lahan mandiri untuk ditanami tebu.

Saat ini, luas areal tebu ID FOOD terus mengalami pertumbuhan. Tahun 2024, ID FOOD mencatatkan luas areal tebu seluas 61 ribu ha, atau meningkat 13 persen dari capaian tahun sebelumnya yang berada diluasan 53 ribu ha.

Selain perluasan lahan tebu yang terus digenjot, peningkatan produksi gula ID FOOD juga didorong melalui inovasi dan digitalisasi di sepanjang rantai pasok produksi.

“Saat ini, kami telah menerapkan sistem monitoring berbasis digital yang meliputi monitoring pelaksanaan tebangan, monitoring pertumbuhan tanaman, dan mapping luasan petak kebun,” jelas Sis Apik.

Lebih lanjut, Sis Apik memaparkan, peningkatan kemitraan petani tebu rakyat juga menjadi pilar yang terus diperkuat untuk mendongkrak pertumbuhan produksi gula ID FOOD Group di tahun 2025.

Untuk menstimulus peningkatan kemitraan ID FOOD jalankan kerja sama fasilitas pendanaan bagi petani mulai dari program KUR dengan menggandeng perbankan, Sistem Resi Gudang (SRG), Kontrak Pasok, dan percepatan pembayaran kepada petani. Serta penyediaan bibit tebu untuk petani.

Sis Apik menuturkan, penguatan kemitraan petani tebu rakyat menjadi faktor penentu yang berdampak langsung bagi pasokan bahan baku tebu. Berkat kemitraan, pada musim giling 2024, jumlah tebu digiling ID FOOD Group mengalami lonjakan 12,5 persen dari tahun 2023, atau naik dari 3,5 juta ton menjadi 4 juta ton. (yr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version