Site icon Jayakarta News

Film ‘The End of Oak Street’: Terlempar ke Era Prasejarah

Anne Hathaway tampil apik dalam The End of Oak Street (foto warnerbros)

JAYAKARTA NEWS— Film fiksi ilmiah karya sutradara David Robert Mitchell yang didistrubusikan Warner Bros berjudul ‘The End of Oak Street’ ini menggabungkan unsur drama keluarga, misteri dan survival dengan latar kawasan suburban di Michigan, Amerika pada tahun 80an.

Situasi psikologis dan abstrak menjadi bagian momen cerita seluruh kompleks rumah milik keluarga Platt dan tetangga sekitarnya yang terlempar ke zaman purba/era prasejarah.

Melalui worm hole (lubang cacing), terowongan teoritis bisa melompat dalam ruang dan waktu ke tempat jauh di alam semesta.

Rumah dan mobil utuh tapi seluruh lingkungan berubah total.

Mendadak ada dinosaurus yang sangat natural menyerbu pinggiran kota terseret dalam era prasejarah akibat kekacauan kosmis.

Tidak hanya dinosaurus, binatang purba nan ganas dan pemakan manusia siap memangsa siapa saja yang ditemui di komplek rumah tapi juga makhluk aneh lain.

Ada Allosaurus, buaya, burung raksasa dan ular laut berkeliaran mengerikan.

Keluarga Platt yang menjalani kehidupan biasa di Oak Street menemui fenomena misterius dan terjadi pada suatu malam yang mengubah kehidupan mereka.

Dalam sekejap tempat tinggal Platt berpindah dari lokasi yang kenal keluarga dan tetangga ke lokasi asing yang dihuni makhluk prasejarah.

Kelucuan juga terjadi saat Greg Platt melihat dua makhluk dinosaurus sedang kawin di halaman rumah dan Denise Platt, isterinya, sempat memotretnya dengan latar dinosaurus tersebut.

Seni peran pemeran utama Ewan McGregor dan Anne Hathaway bermain apik dan pas.

Juga pemeran anak dan senior Meisy Stella, Christian Convery dan Jordan Alexa Davis, Pilot Bunel dan Bethany Anne Lind bermain secara visual enak dipandang. Dialog-dialog pemeran anak selalu mengundang tawa renyah penonton.

Ending yang menggantung (open ending) dengan twist nan terbuka memungkinkan film ini dibuat sekuel nya.

Di benua Amerika dan Eropa serta di kawasan Asia khususnya Indonesia, tayang secara global pada musim panas ini.

The End of Oak Streetb produksi rumah produksi Bad Robot milik J.J. Abrams dan Jackson Picture ini dikurasi untuk Semua Umur menjadi tontonan yang menyegarkan dan menyenangkan.

Memang masih terseok lama mengejar kesuksesan box office (bo) ‘Spider Man: brand new day’ dan ‘Odissey’, tapi siapa tahu ?

Film adalah pertaruhan ‘judi’ yang menggemaskan. (pik)

Exit mobile version