Entertainment
Film Badut Gendong, Terjebak dalam Teror Kutukan
JAYAKARTA NEWS— Terinspirasi dari ledek Gogek (seni tradisi di Jawa Tengah), sutradara Charles Gozali membuat film drama horor terbaru berjudul Badut Gendong.
Film karyanya ke 11 ini menghadirkan karakter lebih komplek dan berjalan di garis moral abu abu.
“Tidak hitam putih. Di satu sisi menyeramkan tapi di sisi lain menyimpan trauma dan luka,” ujar Charles Gozali usai press screening Badut Gendong di XXI Epicentrum Walk, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Mei 2026.
Darso (Marthino Lio), pengamen jalanan saat kehilangan isterinya, Darsi (Dayinta Melira) yang dibunuh sekelompok preman jahat. Darsi sedang mengandung 3 bulan.
Kemudian Darso tempatkan jasad isterinya dalam boneka gendong.
Darso harus dihadapkan dan terjebak dengan teror kutukan serta kekuatan gelap di kampung halaman yang penuh konflik.
“Badut Gendong yang penuh misteri dan gore (banyak darah) plus jumpscare menjadi ikon horor baru di negara kita,” jelas Charles Gozali.
Tatkala ditayangkan di 6 kota besar di RI pada 20 dan 21 Mei 2026 yang lalu, respon masyarakat dan pecinta atau penonton horor dibuat penasaran dan emosional.
Unsur cinta dan kehilangan yang belum selesai sangat kuat dan relate di hati penonton. “Badut Gendong akan menjadi sosok lawan baru ustaz Qodrat,” imbuh Charles.
Di ending, ditampilkan aktor pemeran Vino Giovanni Bastian sebagai Qodrat naik motor melintasi rel kereta api. Dan di layar ada tulisan “Qodrat return”
Badut Gendong akan dirilis di bioskop seluruh RI mulai 27 Mei 2026.
Naskah ditulis Asaf Antariksa dan Dharma Putra, Badut Gendong diramaikan sederet pemeran yaitu Marthino Lio, Dayinta Melira, Clara Bernadeth, Iskak Khivano, Vonny Anggraini, Totos Rasiti, Derby Romero dan Akbar Kobar.
Pemeran spesial adalah Barry Prima dan Yose Rizal Manua, dua aktor senior. Linda Gozali, produser Magma Entertainment mengaku Badut Gendong over budget.
“Tapi saya puas karena ceritanya oke,” timpal Linda.
Badut Gendong dikurasi LSF untuk 17 tahun ke atas. (pik)