Entertainment
Festival Ksatria 3.0 Usung Tradipop
JAYAKARTA NEWS— Apakah tari tradisi masih hidup dan berkembang ?
Menyongsong ultah ke 33 Swargaloka pimpinan Suryandoro, digelar Festival Ksatria 3.0 di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Teater Usmar Ismail, TIM dan TMII.
Mengusung semangat tradipop (tradisi tanpa batas, populer tanpa kehilangan identitas), dihelat kompetisi ke 3 yang dimulai 17 Juni s d 4 Juli 2026.
Diikuti banyak peserta solo, duet dan kelompok dari seluruh RI, festival ksatria dimulai.
“Peserta dibatasi dengan durasi maksimal 6 menit. Lebih dari itu, akan didiskualifikasi,” ujar Bathara Sawerigadi Dewandoro, inisiator dan creator director acara ini (pernah raih medali gold di PON cabang dance sport) kepada penulis di GIK, lantai 8 Galeri Indonesia, Jakarta, baru-baru ini.
Dikatakannya, lewat kompetisi ini bisa dilahirkan ruang baru yaitu kemegahan tradisi tari Nusantara yang adiluhung yang melebur selaras dengan dinamisnya budaya populer.
Acara ini akan dinilai oleh 5 juri utama. Pemenang akan menerima gelar Laskar Ksatria Tari Indonesia untuk kategori kelompok, Grada Ksatria Tari untuk duet dan Wira Ksatria Tari untuk solo.
“Festival Ksatria tak hanya kompetisi tapi juga edukasi dan kolaborasi,” urai Siko Setyanto selaku Wakil Dewan Juri.
Acara ini ditegaskan bukan sekadar simbol tapi merupakan bentuk tanggung jawab moral kontribusi dalam perkembangan industri tari.
“Konsep Tradipop menuntut karya tari yang ringkas, visual kuat dan mudah diakses tanpa kehilangan esensi budaya.
Suryandoro sebagai pendiri Swargaloka menjelaskan bahwa Festival Ksatria bukan nengganti tradisi.
“Tapi melengkapi dan mengajak generasi muda kita untuk kenal dan mempopulerkan tradisi budaya kita yang lebih dalam,” urai Suryandoro.
Kita menantang generasi muda Indonesia dengan seruan ‘Jagoan harus Percaya Diri !’.
Memerhatikan keseluruhan peserta, tampaknya irama gercep (gerak cepat) dan kedinamisan penari lebih diutamakan sesuai era terkini yang menuntut kecepatan dan kepadatan gerak tari.
“Pernah ada beberapa peserta dari daerah yang memeragakan gerakan tari nan elok yang slow dan sentimental tapi ya durasinya tak boleh dilanggar,” tandas Bathara Saverigadi Dewandoro.
Sekedar diketahui, pemenang Festival Ksatria 2022 adalah Silak dari Jogjakarta dan juara 2023 diraih Eyes On Us dari Kalimantan.
Babak final akan digelar secara luring di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM).
Berhasilkah panitia mencari talenta-talenta baru yang muda dan bergairah tahun ini, yuk kita dukung penuh. (pik)