Kolom
Dukun atau Penyihir Paling Tua di Dunia
Gde Mahesa
Dukun atau zaman dulu juga disebut penyihir yang paling tua di Nusantara tidak bisa dipastikan sosoknya, sebab era kala itu belum ada tulisan, sehingga KTP juga belum diterbitkan.
Namun berdasarkan bukti arkeologi dan naskah serta tradisi lisan, ada jejak yang paling tua :
Juru ritual budaya Buni zaman Megalitikum di lereng gunung, terdapat situs megalitikum, dan gua di seluruh Nusantara.
Contoh: Gua Leang-Leang Maros, Situs Gunung Padang, Situs Lore Lindu pada kurang lebih 4000 – 5000 tahun lalu. Dengan keahlian ilmu sebagai pawang hujan, juru sesaji, penyembuh, dan juru tafsir mimpi.
Hal ini dibuktikan adanya menhir, dolmen, arca, dan lukisan di gua. Semua itu bukan sekadar “seni”, tetapi merupakan alat komunikasi dengan roh leluhur, roh gunung, roh laut.
Orang yang memimpin ritual itulah “dukun” pertama Nusantara, yang mumpuni dalam ilmu mencermati alam, mengobati menggunakan daun, dan memimpin upacara selamatan.
Sedangkan yang tertulis dalam naskah di prasasti dan naskah lontar adalah para Resi dan Begawan serta Dukun Karaton, pada masa Kerajaan Mataram Kuno, Majapahit, Pajajaran pada abad 8 – 15 Masehi, dengan keahlian ilmu mantra, kawruh, aji-aji atau jimat, pengobatan, dan astrologi jawa.
Dalam naskah Kakawin, Serat, Primbon ditulis lengkap tentang keilmuannya :
1. Kawruh Bumi : mencermati /niteni musim, angin, tandur/menanam.
2. Kawruh Batin : semedi, tirakat, kidung
3. Kawruh Pengobatan : jamu, pijat, usadha
4. Kawruh Pager : jimat/aji-aji, pagar gaib
Mereka disebut “Dang Hyang” atau “Empu”. Bukan dukun di perkampungan atau desa, tapi penasehat raja.
Dalam tradisi lisan paling tua dikenal ” Si Mambang ” juga ada ” Datu ” yang berasal dari
Kalimantan, Sulawesi, Papua, secara turun temurun ribuan tahun yang lalu dengan tugas
sebagai penyambung alam atas dan alam tengah hingga alam bawah. Selain itu juga sebagai penyembuh, pengantar roh serta mengatur hujan.
Bagaimana dengan sejarah dukun dibenua lain ?
Jejak Arkeolog dan antropolog menemukan data paling tua sampai sekarang.
Berdasarkan bukti arkeologi sosok dukun paling tua seorang perempuan dari gua Hilazon Tachtit, Galilea, Israel Utara sekitar kurang lebih 12.000 tahun lalu pada zaman Natufian. Pada tahun 2008 ditemukan bukti kerangka perempuan usia seputaran 45 tahun dikubur super istimewa.
Di sekelilingnya ditata 50 cangkang kura-kura, sayap elang, ekor macan tutul, tulang babi hutan. Sedangkan tangannya memegang kaki manusia, karena dikubur bersama 3 orang lainnya.
Para arkeolog menyebutnya sebagai “dukun” dikarenakan ritualnya yang rumit, dan langka. Kemungkinan tugasnya sebagai penyembuh, pemanggil roh, juru komunikasi dengan leluhur, lan pimpinan upacara kematian.
Ini sebagai bukti dukun paling tua yang jazadnya ditemukan.
Sedangkan yang paling tua yang tertulis dalam sejarah, banyak orang menganggap “Merlin” namun yang benar adalah “Enheduanna” tapi seorang pendeta. Kalau dukun yang murni tidak diketahui.
Namun ada sebutan “Āšipu” dalam teks Mesopotamia diSumeria / Babilonia, Irak sekarang ketika ±2600 SM – 2000 SM yang dikenal sebagai Dokter juga Dukun dan Penyihir serta Pengusir Roh Jahat.
Dalam praktek “Ritual Pengusir Demon” ia memakai mantra, jimat, dan air suci.
Sedangkan untuk “Diagnosa Penyakit” dipercaya bahwa penyakit adalah kutukan dewa/roh
Selain itu ia dikenal juga ahli “Ramalan & Astrologi” .
Sedangkan dalam penyembuhan menggunakan media tablet tanah liat berisi mantra yang sampai kini masih ada di museum British.
Nama paling tua adalah “Imhotep” dari Mesir Kuno ±2650 SM – Zaman Firaun Djoser, dengan ilmu pertabiban, Arsitek sekaligus Ahli Sihir dan Pendeta.
Imhotep bukan dukun sembarangan, ia dianggap dewa setelah mati.
Mengerti anatomi, mantra, mengerti membangun piramid. Sehingga dianggap sebagai bapak kedokteran Mesir.
Bullllll…. bullll…. klepussss…..