Kabar

Diangkat sebagai Ketua Badan Pertimbangan PPAD, Jenderal HBL Mantiri Tekankan Soliditas dan Wibawa Organisasi

Published

on

“Soliditas”, adalah pesan penting yang disampaikan Jenderal TNI Purn HBL Mantiri, dalam sambutan pertama setelah dikukuhkan menjadi Ketua Badan Pertimbangan Pusat Persatuan  Purnawirawan TNI AD (PPAD), Kamis (25/6/2026). Jenderal kelahiran Bogor 11 September 1939 itu, menggantikan Jenderal TNI Purn Try Sutrisno, yang wafat Senin, 2 Maret 2026.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Badan Pertimbangan PPAD, Jenderal HBL Mantiri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh jajaran PPAD, mulai dari Wakil Ketua Badan Pertimbangan Pusat, anggota Batimpus, Pengurus Pusat PPAD, hingga seluruh keluarga besar PPAD di seluruh Indonesia.

Jenderal bernama lengkap Herman Bernhard Leopold Mantiri  itu menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan tanggung jawab moral untuk melanjutkan estafet pengabdian para pendahulu dalam menjaga marwah organisasi. Di samping, memperkuat persatuan, serta memberikan kontribusi pemikiran bagi bangsa dan negara.

“Kepercayaan ini adalah amanah kebersamaan. Saya berharap dukungan, kebersamaan, dan semangat yang selama ini telah terbangun dapat terus kita jaga dan kita lanjutkan demi kepentingan organisasi dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) 1962, itu.

Lebih lanjut, Jenderal Mantiri mengajak seluruh keluarga besar PPAD terus menjaga soliditas, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, PPAD harus senantiasa hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa melalui pemikiran yang jernih, pengalaman yang matang, serta keteladanan yang telah ditempa oleh sejarah pengabdian para anggotanya.

Dubes RI untuk Singapura (1996 – 1999) itu menekankan bahwa nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI tetap menjadi pedoman moral yang tidak pernah luntur, meskipun para prajurit telah memasuki masa purnatugas. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, merupakan fondasi karakter yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Sebagai purnawirawan TNI Angkatan Darat, kita tetap memiliki tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara. Pengabdian tidak berhenti, hanya berubah bentuk. Kita tetap harus hadir dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, serta mendukung TNI dan pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya untuk kesejahteraan rakyat,” tegas Panglima Komando Operasi Keamanan Timor Timur (1986 – 1988) itu.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal HBL Mantiri juga mengajak seluruh anggota PPAD untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat solidaritas internal, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di seluruh tingkatan organisasi.

Beliau menegaskan bahwa Badan Pertimbangan Pusat memiliki peran strategis dalam memberikan nasihat, saran, dan pertimbangan kepada Dewan Pengurus Pusat PPAD, terutama dalam menjaga arah organisasi agar tetap berada pada rel pengabdian, persatuan, dan kepentingan nasional.

Menutup sambutannya, Mantiri menyampaikan harapan agar PPAD terus menjadi organisasi yang berwibawa, solid, dan dihormati, serta mampu berperan sebagai kekuatan moral bangsa yang senantiasa berkontribusi bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Duduk di depan, dari kanan: Mayjen TNI Purn Komaruddin Simanjuntak, Jenderal TNI Purn HBL Mantiri, Jenderal TNI Pur Agustadi Sasongko Purnomo, Letjen TNI Purn Kiki Syahnakri.

Sambutan Plt Ketum PPAD

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua Umum PPAD, Mayjen TNI Purn Dr Komaruddin Simanjuntak, S.SIP., M.Sc., menyampaikan penghormatan kepada almarhum Jenderal TNI Purn Try Sutrisno atas jasa, keteladanan, dan pengabdiannya dalam memimpin Badan Pertimbangan Pusat (BPP) PPAD.  Almarhum telah mewariskan nilai-nilai moral, kebangsaan, dan kepemimpinan yang menjadi pedoman organisasi.

Komaruddin juga mengapresiasi para sesepuh dan seluruh jajaran PPAD yang telah mendukung proses regenerasi kepemimpinan secara musyawarah, tertib, dan bermartabat. Ia mengucapkan selamat kepada Jenderal TNI Purn HBL Mantiri atas amanah sebagai Ketua BPP PPAD. Ia meyakini, pengalaman, integritas, dan kepemimpinannya akan memperkuat peran strategis BPP dalam memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Dewan Pengurus Pusat PPAD.

Lebih lanjut, Komaruddin menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari kesinambungan estafet organisasi yang telah dibangun sejak masa Jenderal TNI Purn Widjojo Soejono, dilanjutkan oleh Jenderal TNI Purn Try Sutrisno, dan kini diteruskan oleh Jenderal TNI Purn HBL Mantiri.

Menutup sambutannya, Komaruddin mengingatkan bahwa PPAD harus tetap menjadi kekuatan moral bangsa, bukan kekuatan politik praktis. Ia mengajak seluruh anggota PPAD untuk menjaga marwah organisasi, berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI, serta terus memberikan kontribusi melalui pemikiran, pengalaman, dan keteladanan demi menjaga persatuan bangsa serta mendukung TNI dan pemerintah yang sah.

Foto bersama Ketua Badan Pertimbangan PPAD, Jenderal TNI Purn HBL Mantiri.

Prosesi Pengukuhan

Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) kembali meneguhkan komitmennya dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan organisasi melalui pengukuhan Jenderal TNI Purn HBL Mantiri sebagai Ketua Badan Pertimbangan Pusat (Batimpus) PPAD.

Prosesi yang berlangsung di Kantor Pusat PPAD, Jalan Matraman, Jakarta, bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi penegasan bahwa semangat pengabdian prajurit TNI Angkatan Darat tetap hidup dan berlanjut meskipun masa dinas keprajuritan telah berakhir.

Pengukuhan tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pergantian jabatan. Momentum ini mencerminkan keberlanjutan estafet kepemimpinan, kesinambungan nilai-nilai kejuangan, serta komitmen para purnawirawan TNI Angkatan Darat untuk terus memberikan pemikiran, pengalaman, dan pengabdian terbaik demi kepentingan bangsa dan negara.

PPAD, Wadah Pengabdian yang Terus Berlanjut

Dalam berbagai kesempatan, almarhum Jenderal TNI Purn Widjojo Soejono, pendiri PPAD, pernah mengingatkan melalui ungkapan “Nation Without Future”. Ungkapan tersebut menjadi refleksi bahwa suatu bangsa akan kehilangan masa depannya apabila generasi yang telah memiliki pengalaman dan pengabdian tidak lagi memberikan kontribusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan semangat pengabdian yang tidak pernah berakhir, para purnawirawan TNI Angkatan Darat yang telah kembali menjadi bagian dari masyarakat bertekad untuk terus mengabdikan kemampuan, pengalaman, dan pemikirannya demi kepentingan bangsa dan negara.

Tekad tersebut diwujudkan melalui upaya memelihara persatuan dan kesatuan sesama purnawirawan, mempererat kesetiakawanan sosial dengan seluruh komponen bangsa, memperkokoh kebersamaan dengan TNI Angkatan Darat, serta senantiasa berjuang menjaga keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagi para purnawirawan, masa purnatugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari pengabdian dalam bentuk yang berbeda demi kepentingan bangsa dan negara.

Atas dasar semangat dan pemikiran tersebut, Kepala Staf TNI Angkatan Darat saat itu, Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, meresmikan Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) pada 6 Agustus 2003 sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjadi wadah untuk menghimpun, membina, dan mempersatukan para purnawirawan TNI Angkatan Darat dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Sejak berdiri, PPAD berkomitmen untuk memelihara jiwa korsa, memperkuat persaudaraan dan solidaritas antar purnawirawan, serta melestarikan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Melalui organisasi ini, para purnawirawan diharapkan tetap mampu menyumbangkan tenaga, pikiran, pengalaman, dan keteladanan sebagai wujud tekad pengabdian yang tidak pernah putus dalam menjaga ideologi negara, memperkokoh persatuan nasional, serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan demikian, kelahiran PPAD bukan sekadar membentuk sebuah organisasi purnawirawan, tetapi merupakan ikhtiar kolektif untuk memastikan bahwa pengalaman, nilai-nilai kejuangan, dan semangat pengabdian para prajurit TNI Angkatan Darat tetap menjadi bagian dari kekuatan moral bangsa dalam mengawal perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Prosesi Pengukuhan Berlangsung Khidmat

Pengukuhan Ketua Badan Pertimbangan Pusat PPAD dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum PPAD, Mayjen TNI Purn Dr. Komaruddin Simanjuntak, S.SIP., M.Sc., dan dihadiri oleh seluruh anggota Badan Pertimbangan Pusat yang berjumlah 45 orang.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Jenderal TNI Purn Agustadi Sasongko Purnomo, Letjen TNI Purn Kiki Syahnakri, para Wakil Ketua Badan Pertimbangan Pusat, Pengurus Pusat PPAD, perwakilan Purnawirawan KOWAD, PPAD DKI Jakarta, HIPAKAD, P3AD, serta para Ketua dan Pengurus Daerah PPAD se-Indonesia yang mengikuti acara secara daring.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, aman, dan penuh suasana kekeluargaan. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan kartu anggota PPAD serta sesi foto bersama sebagai simbol persatuan dan soliditas keluarga besar PPAD. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version