Entertainment
Dhurandhar The Revenge: Diblokir di Pakistan, Boleh Tayang di Indonesia
JAYAKARTA NEWS – Meski tayang di satu layar di XXI Plaza Senayan dan Kelapa Gading, film Bollywood ‘Dhurandhar : The Revenge ‘ masih bertahan lebih sebulan paska Lebaran 2026 lalu.
Disutradarai Aditya Dhar, berdurasi hampir 4 jam ini (ada interval) adalah sekuel 2 dari Dhurandhar yang sukses di tahun 2025.
Oleh LSF, film ini masuk kategori A dan ditujukan khusus untuk 21 tahun ke atas karena dipenuhi adegan sadis (gore) n brutal, balas dendam dan spionase.
Tentang mata-mata India yang menyelundup ke Pakistan guna membongkar jaringan terorisme sukses di India (meraup 880 crore di seluruh dunia dalam tempo 19 hari paska rilis), namun diblokir dan ditolak tayang di Pakistan dan 6 negara Teluk (Saudi Arabia, UEA, Qatar, Oman dll) karena dinilai mendiskreditkan Pakistan.
Alhasil, warga Pakistan hanya bisa nonton lewat pembajakan diam-diam dan diunduh secara ilegal. Bahkan, warga Pakistan menuntut 500 crore (sekitar 70 %) untuk kesejahteraan desanya.
Lolos tanpa gunting sensor di RI, namun di India sendiri, adegan pemenggalan kepala lalu kepala tersebut dijadikan tendangan bola, diedit dan dipangkas selama 2 menit.
Berlokasi syuting di Punjab, Maharasthra Chandigarh, Ladakh dan Himachai Pradesh ditambah Thailand, Dhurandhar 2 dibintangi sederet pemeran yaitu Ranveer Singh (sebagai Hamza Ali Mazain), Sara Arjun (Yulina ), Arjun Rampal (Mayor Iqbal), Rakesh Bedi (Jameel Jamail), Sanjay Dutt, Danish Pandor dan Gauray Gera sertxta ratusan cameo dan figuran.
Berkisah tentang geng-geng yang saling bersaing, pejabat korup dan Mayor Iqbal yang kejam.
“Film ini bukan kisah nyata penuh, tapi drama fiksi thriller mata-mata yang terinspirasi secara longgar dari banyak peristiwa geopolitik, operasi intelijen nyata dan persaingan geng di Lyari, Karachi,” ujar sutradara Aditya Dhar.
Alhasil, film ini campuran fakta sejarah dan spekulasi dan plot cerita disesuaikan dengan kebutuhan drama.
“Ada fenomena pembajakan K-814 (1999), serangan Parlemen India (2005) dan serangan
ke Mumbai (2008) yang memakan banyak korban jiwa,” imbuh Aditya Dhar.
Hamza Ali dijemput ayah mertua sebagai informan India lama yang berhasil meracuni Dawood sebelum menyusup kedalam jaringan kriminal teroris.
Hamza kemudian meninggalkan identitas samaran dan isterinya, Yulina dan putra nya. Hamza kembali ke India dan menjadi semula Jaskirat Singh Rangi.
Semula Dhurandhar dibuat satu versi tapi lalu menjadi 2 bagian karena skala nya luas, jumlah cuplikan dan kompleksitas naratif yang seru.
Penutup dwilogi Dhurandhar ini berhasil menjadi film berbahasa Hindi terlaris dan mendepak film Bollywood yang lain. (pik)