Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Dendam Malam Kelam: Cinta Terlarang, Kejahatan, Psikologi dan Supranatural - Jayakarta News

Entertainment

Dendam Malam Kelam: Cinta Terlarang, Kejahatan, Psikologi dan Supranatural

Published

on

Arya Saloka dan Davina Karamoy (foto arsipffi)

JAYAKARTA NEWS— Diadaptasi dari film Spanyol berjudul ‘The Body’ (El Cuerpo), sutradara Danial Rifky bersama Falcon Pictures mengangkatnya ke genre thriller misteri.

Berjudul ‘Dendam Malam Kelam’, film yang akan beredar 28 Mei 2025 ini berkisah ihwal cinta terlarang, kejahatan yang berputar, dendam dan alibi.

“Dibungkus psikologi dan supranatural, saya mengeksplore nya menjadi berjenis horor misteri. Ini pengalaman baru buat saya,” kata Danial Rifky yang berjaya melalui karya-karya filmnya seperti ‘Rumah Masa Depan’, ‘La Tahzan’ dan ’99 Nama Cinta’.

Jefri, dosen sederhana yang jadi direktur di perusahaan milik isterinya, Sofia. Mereka tampil rukun, namun Jefri menyimpan rahasia kelam.

Ia terlibat hubungan terlarang dengan Sarah, anak didiknya. Antara nafsu dan amarah, Jefri dan Sarah menyusun membunuh Sofia.

Sofia tewas mengenaskan. Keluarganya curiga. Jasad Sofia dibawa ke RS guna diautopsi.

Ketika disimpan di kamar mayat, mendadak jasad Sofia hilang.

Apakah diambil orang untuk menyembunyikan bukti ? Apakah Sofia berpura-pura mati ?

Muncul tokoh baru yang juga penuh misteri Dani Agustinus.

Penyidik Arya curiga bahwa Jefri adalah dalang pembunuhan.

Dalam pemeriksaan, alibi Jefri mulai terpatahkan dan diragukan. Sarah yang ikut terlibat meragukan Jefri.

Melihat situasi yang diliputi misteri, Jefri makin tertekan. “Saya keluar dari zona nyaman. Jadi pemeran antagonis yang bermuka manis,” cerita Arya Saloka yang didapuk jadi Jefri, tokoh abu-abu yang bukan pembunuh sebenarnya.

“Jefri sebagai lelaki bersalah menyimpan hubungan terlarang dengan Sarah (Davina Karamoy). Dia takut akan karma,” tutur Arya Saloka yang namanya meroket sebagai Aldebaran di sinetron ‘Ikatan Cinta’.

Suasana beda ini yang diinginkan produser HB Naveen dan Frederika ketika memfilmkan Dendam Malam Kelam. “Kami mengajak Arya Saloka yang belakangan mulai laris di ranah film. Fans dia bejibun dan kami sadar faktor itu,” terang Frederika.

Danial Rifky di film aslinya memang yang menulis skenario bersama Orio Paula dan Ara Sendim.

Beberapa pemeran lain selain Arya Saloka dan Davina Karamoy adalah Marissa Anita, Bront Palarae (aktor Malaysia), Putri Ayudia, Sigit Antonio dan Ibnu Gundul.

Malam semakin kelam.

Siapa pembunuh sebenarnya ?

Dan misteri pembunuhan Sofia pelan mulai terkuak meski jalannya berputar. (pik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version