Ekonomi & Bisnis

Dari Pekerja Migran ke Pengusaha Kue: BP3MI Jatim Cetak Generasi Mandiri

Published

on

BP3MI Jawa Timur beri pelatihan Kewirausahaan bagi purna pekerja migran Indonesia dan keluarganya di Tulungagung/Foto: Humas/BP3MI Jawa Timur

JAYAKARTA NEWS— Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur menggelar pelatihan kewirausahaan bagi purna pekerja migran Indonesia dan keluarga pekerja migran di Kabupaten Tulungagung, 18–21 Agustus 2026.

Bertempat di Kantor Desa Tunggangri, Kecamatan Kalidawir, kegiatan ini fokus pada keterampilan tata boga, khususnya pembuatan kue, sebagai bekal usaha mandiri.

Sebanyak 10 peserta mengikuti pelatihan, terdiri dari tiga purna pekerja migran dan tujuh keluarga pekerja migran yang masuk desil 1–4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Mengutip Humas BP3MI Jawa Timur, selama empat hari, mereka tidak hanya belajar membuat nastar, lidah kucing, sagu keju, mawar, bolu, hingga brownies, tetapi juga mendapat materi pengembangan usaha, perizinan, literasi keuangan, pemasaran digital, fotografi produk, hingga penghitungan harga jual.

Hari pertama diisi materi dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, serta DPMPTSP Tulungagung. Sesi ditutup dengan literasi keuangan pengelolaan remitansi oleh Eko Wahyudiyono dari Bank Mandiri Cabang Tulungagung. Hari kedua, BP3MI Jatim menekankan pentingnya migrasi aman dan memperkenalkan Program SMK Go Global, dilanjutkan praktik membuat kue kering bersama Nur Aini, purna migran sekaligus pelaku UMKM.

Hari ketiga, peserta belajar pemasaran digital dari M. Noer Phito (Makmur Cipta Abadi EO/Advertising) dan fotografi produk dari Komunitas Fotografi Indonesia yang diwakili Idkham Rusma Anjaya. Mereka mempraktikkan teknik foto alami dan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan visual produk yang lebih menarik. Hari terakhir ditutup dengan praktik mandiri membuat bolu dan brownies serta simulasi penghitungan harga jual bersama Nur Aini.

Ketua Tim Pemberdayaan BP3MI Jatim, Titis Maryanti, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari pelindungan pemerintah bagi purna pekerja migran.

“Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia purna merupakan salah satu program pemerintah dalam memberikan pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia setelah bekerja. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana dalam meningkatkan keterampilan Pekerja Migran Indonesia purna maupun keluarga Pekerja Migran Indonesia sehingga berdaya dan memiliki kemandirian ekonomi,” ujar Titis.

Sebagai tindak lanjut, BP3MI Jatim menyerahkan oven dan loyang kepada seluruh peserta agar bisa langsung berproduksi setelah pelatihan. Tiga peserta dengan hasil foto produk terbaik juga mendapat apresiasi khusus.

Melalui program ini, BP3MI Jatim mendorong purna pekerja migran dan keluarganya untuk mengubah keterampilan menjadi usaha produktif, membuka sumber pendapatan baru, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. (*/di)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version