Kabar
Cuaca Ekstrem, Kodam Bukit Barisan Kerahkan Pasukan
Tak kurang dari 200 prajurit Kodam I/Bukit Barisan dikerahkan menuju dua kabupaten di wilayah Sumatera Utara: Tapanuli Tengah dan Sibolga. Mereka dilengkapi alat berat, tim kesehatan dan tim perbekalan maupun dapur umum.
“Pengerahan pasukan merupakan komitmen TNI-AD dalam membantu penangnan banjir, tanah longsor dan putusnya jembatan di wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga,” ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono, S.E., M.Han, Kamis (27/11/2025).
Tak hanya itu. Pihaknya juga memantau perkembangan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah daerah di Tanah Air. Sebab, dalam keadaan seperti itu, berpotensi terjadinya bencana alam. “TNI-AD langsung mengaktifkan langkah tanggap darurat, memperkuat penanganan di lapangan,” tegas Kadispenad Donny, yang 19 tahun karier sebelumnya dilakoni di korps baret merah, Kopassus.
Mandailing Natal
Dalam kesempatan itu, Kadispenad Donny juga menginformasikan perihal bencana alam di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Prajurit Kodim 0212/Tapanuli Selatan telah dikerahkan menuju Kecamatan Panyabungan guna membantu penanganan banjir, longsor, serta putusnya jembatan.
“Hujan deras berhari-hari memicu luapan sungai dan pergerakan tanah yang berdampak pada permukiman dan akses transportasi,” tegas Donny.
Personel Kodim diterjunkan untuk mengevakuasi warga, membersihkan material longsor, serta mengamankan jalur vital yang terdampak, termasuk titik jembatan yang terputus akibat derasnya arus sungai. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi erat dengan BPBD dan pemerintah daerah untuk memastikan pemulihan berjalan efektif.
Sementara itu, Komandan Kodim 0212/Tapanuli Selatan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E., M.M., menegaskan bahwa respons cepat dilakukan untuk memprioritaskan keselamatan masyarakat. “Kami fokus pada evakuasi warga, pendataan kerusakan, dan pemulihan akses yang terputus. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami,” pungkas Dandim.
Berdasarkan data terbaru, bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara mengakibatkan 34 orang meninggal dunia dan 52 orang masih dalam pencarian. TNI AD terus memperkuat dukungan di lapangan guna membantu percepatan penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak. (*)