Metro
Bawaslu DKI Serap Masukan Pegiat Pemilu
JAYAKARTA NEWS – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi DKI Jakarta menyerap masukan para pegiat Pemilu. Tingkat partisipasi pemilih yang rendah menjadi sorotan.
Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Burhanuddin mengatakan, pertemuan para pegiat Pemili bertujuan agar mendapat pandangan terkait pelaksanaan Pilkada tatahun 2024 agar pelaksanaan di masa mendatang lebih baik lagi.
“Pembahasannya terkait dengan penyelenggara Pemilu yakni KPU dan Bawaslu ke depan sebaiknya seperti apa? Supaya tata kelola Pemilu kita ke depan bisa lebih baik,” ujar Burhanuddin, Kamis (6/2/2025).
Meskipun Pemilu di tahun 2024 sudah berjalan baik, kata Burhanuddin, namun ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, termasuk partisipasi pemilik hak suara di Pilkada Jakarta.
“Kita harapkan diskusi bersama para pegiat Pemilu bisa memberikan pandangan terkait penyelenggaraan Pemilu kemarin. Sehingga, dapat menjadi gambaran yang baik bagi penyelenggaraan Pemilu yang akan datang,” jelas Burhanuddin.
Koordinator Humas dan Datin Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Quin Pegagan menambahkan, pada Pemilu Legislatif, Pilpres, dan Pilkada 2024, situasi di Jakarta terbilang sangat kondusif.
Isu SARA, ujaran kebencian, pelanggaran-pelanggaran yang ada saat terbilang minim dan tidak menganggu jalannya Pemilu yang Luber dan Jurdil.
“Kita semua di sini mengapresiasi seluruh peran stakeholder di DKI Jakarta, partai politik, serta tim pasangan calon yang sangat dewasa dalam menyikapi pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta,” ungkap Quin.
Sementara itu, Kepala Bagian Bawaslu DKI Jakarta, Dwi Hening Wardani menjelaskan, Rakor berlangsung mulai hari ini hingga Jumat (7/2) besok.
“Semoga dengan dialog bersama ini akan menciptakan hasil yang membawa penyelenggaraan Pemilu ke depan semakin baik lagi,” tandas Quin.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi menyebut pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta tahun 2024 berlangsung demokratis, damai dan kondusif sehingga layak dijadikan role model pesta demokrasi bagi daerah lainnya di Indonesia.
“Pilkada DKI Jakarta tahun 2024 pantas menjadi role model karena berlangsung demokratis, damai dan kondusif,” ujar Teguh.
Menurut Teguh, beberapa hal yang menjadi perhatian berdasarkan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta tahun 2024 di antaranya, peningkatan partisipasi pemilih melalui pelaksanaan sosialisasi dan edukasi masif dan inklusif mengingat rendahnya tingkat partisipasi pemilih di Pilkada DKI Jakarta 2024, yaitu 57,52 persen.
“Kemudian, mengedepankan prinsip netralitas dan integritas dalam penyelenggaraan pemilu guna menjaga iklim kontestasi pemilu yang kondusif di masyarakat,” ujar Teguh. (yr)