JAYAKARTA NEWS— Bagaimana mayat-mayat bisa bicara dan berdialog?
Demi pembuktian forensik, Brigjen Polisi Sumy Hastri Purwanti, seorang dokter forensik yang rajin bekerja, selalu membedah misteri kematian dengan cara yang tak selalu bisa dijelaskan secara logika.
Di film thriller psychologi berjudul ‘Autopsy : Dead Body Can Talk’, mengangkat kisah perjalanan Hastri yang serius mendalami ilmu penyakit yang bagi orang lain tampak rumit namun bagi dirinya, sangat menyenangkan.
“Film ini terinspirasi dari kisah hidup Hastri yang saya filmkan dengan bumbu fiksi dengan fokus pada pencarian keadilan yang jadi eleman utama,” ujar sutradara Ozan Rus di film kedua ini.
Memang sulit menjadi penyelidikan ilmiah dengan mayat manusia korban keganasan mutilasi.
Disitu justru menarik.
“Di tangan Hastri, mayat-mayat ‘diajak’ bicara dan berdialog. Ini psikologis guna mendalami dan mencari bukti dan fakta pelaku utamanya serta unsur penyebab terjadinya pembunuhan sadis ini,” imbuh Ozan Rus.
Berperan sebagai Hastri adalah aktris Masayu Anastasia yang berwajah teduh dan tenang.
Ia menghadapi dilema pekerjaan di Polri menyangkut ke kehidupan pribadi : anaknya demam yang tak mau turun panasnya.
Masayu bermain cantik dan apik serta pas berperan sebagai Hastri yang pintar dan sibuk.
Ia juga merangkap sebagai Direktur Eksekutif film ini.
Pemeran lain tak boleh dilupakan yaitu Samuel Rizal, Ge Pamungkas, Teuku Rifnu Wikana dan Ryuka Bunga.
Karakter-karakter tokoh di film sukses dibawakan sederet pemeran secara cemerlang dan bernyawa.
Produksi Karya Kreatif Utama ini memang tak boleh dilewatkan begitu saja untuk ditonton di bioskop.
Dan juga direnungkan.
Setiap mayat bisa ‘bicara’ dan berdialog. (pik)
