Trump, Presiden yg Menepati Janji Kampanye

 Trump, Presiden yg Menepati Janji Kampanye

 

Presiden AS Donal Trump mengumbar janji banyak sekali, lebih dari 100 janji. Namun dari sekian banyak janji, ada sejumlah janji kunci yang sangat penting. Sejauh ini, Trump berusaha menepati janji kampanyenya atau paling tidak dia berusaha keras memenuhinya. Trump mungkin akan dikenang sebagai persiden yang paling jujur dalam sejarah modern Amerika.

Jangan salah sangka, Trump sering melontarkan kalimat-kalimat kontroversial yang tidak mungkin bisa diterapkan atau dipercaya. Ingat, ketika bulan lalu dia berpidato di Majelis Umum PBB dan delegasi dari banyak negara tertawa mendengar pernyataannya.

Tapi jika mengukur dari upayanya menepati janji kampanye, Trump benar-benar jujur. Sejak dia memangku jabatan, Januari 2017 lalu, dia melakukan tepat seperti janji kampanyenya.

Anda bisa mengikuti bagaimana Trump dan nasib janji-janjinya di tautan ini.

Trump menepati janji memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem — tiga presiden sebelumnya juga menjanjikan hal ini dan gagal memenuhinya. Dia berjanji akan menghancurkan ISIS dan dua tahun kemudian ISIS sudah sangat terdesak di wilayah kecil di Suriah. Dia juga berjanji untuk menerapkan larangan masuk AS dari negara-negara, yang dipandang memiliki ancaman terorisme, setelah beberapa kali gagal, versi final larangan ini akhirny disetujui oleh Makaman Agung. Dia berjanji akan mengukum Suriah jika negara itu menggunakan senjata kimia dan dia melancarkan serangan hukuman dua kali — satu hal yang tidak pernah dilakukan oleh pendahulunya.

Trump juga menyatakan akan menominasi hakim-hakim Makamah Agung dengan kualitas seperti Hakim Antonin Scalia. Sekarang, Neil Gorsuch dan Brett Kavanaugh sudah menjabat hakim agung. Trump juga mengatakan akan mengisi peradilan federal dengan hakim-hakim muda dan konservatif, sejauh ini, Senat sudah mengkonfirmasi 29 hakim.

Trump juga menegaskan untuk melakukan reformasi pajak dan dia telah menandatangani keputusan perubahan besar pajak, yang baru pertama kali dilakukan dalam waktu tiga dekade terakhir. Dia juga berjanji akan melakukan deregulasi besar-besaran dengan menyatakan setiap satu regulasi baru, dia akan mencabut dua regulasi lama. Pada tahun pertamanya, dia sudah berhasil menghemat $1,8 miliar dolar dari deregulasi dan tahun ini dia akan menghemat sampai 9,8 miliar dolar.

Ketika berkampanye, Trump mengatakan kepada pemilih warga Afrika-Amerika, “Apa yang sudah hilang dari anda? Saya akan meluruskannya. Saya akan mengembalikan pekerjaan anda. Kita akan mengembalikan semangat.” Sekarang ini, angka penganguran dikalangan warga Afrika-Amerika atau Kulit Hitam berada pada posisi paling rendah sepanjang masa. Dan reformasi pajaknya memasukkan klausul ‘Zona Kesempatan’, yang mencoba membangkitkan perekonomian kawasan masyarakat miskin.

Trump juga berjanji membatalkan kebijakan Presiden Barack Obama dibidang energy, yang dikenal dengan ‘Clean Power Plan’. Dia juga menarik diri dari Perjanjian Perubahan Iklim Paris, menyetujui pipa minyak dari Keystone XL dan Dakota, serta membuka kawasan ‘Arctic National Wildlife Refuge’ untuk explorasi minyak. Dia memenuhi semua janji di atas.

Dalam perdagangan, dia memenuhi janji untuk keluar dari ‘Trans-Pacific Partnership’ dan menetapkan tarif terhadap besi baja dan aluminium. Dia juga berkomitmen merundingkan ulang NAFTA dan Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Korea Selatan. Baru-baru ini, dia menandatangani pembaruan perjanjian perdagangan dengan Kanada dan Meksiko serta Korsel. Dia berkomitmen menerapkan tarif terhadap produk Cina untuk memaksa negara itu membuka pasarnya dan menghentikan pencurian Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Ketika orang memikirkan soal kebijakan perdagangan internasional, Trump melakukan persis dengan yang sudah dikatakannya.

Presiden AS juga mengumumkan akan meningkatkan belanja pertahanan dan dia melakukannya. Dia mengatakan akan membawa kembali lapangan kerja dibidang manufaktur dan sekarang terjadi pertumbuhan paling cepat dalam dua dekade terakhir. Dia juga menyatakan akan menandatangani ‘Hak untuk Mencoba’, dimana pasien dengan penyakit parah diijinkan menggunakan obat eksperimen untuk menyelamatkan hidupnya dan Trump sudah menandatanganinya. Dia menyatakan akan menangani masalah epidemi penyalah-gunaan obat-obatan dan sekarang ini sedang disiapkan undang-undangnya, yang didukung oleh Partai Demokrat dan Republik,

Namun Trump juga gagal memenuhi janjinya, seperti membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko. Selain itu, isu Obamacare, dia juga gagal. Meskipun dia sudah berkali-kali mencoba meloloskan kebijakan ini. Memang ada beberapa hal dia menarik diri dari janji kampanye, seperti penarikan seluruh pasukan AS dari Afghanistan.

Anda bisa setuju bisa juga tidak. Ketika Trump mengatakan dia akan melakukan sesuatu, anda bisa mempercayainya. Memang dia bisa melontarkan komentar-komentar ‘bombastis’ atas keberhasilannya, misalnya kebijakan pemotongan pajaknya adalah yang terbesar —- sebenarnya ada diposisi 8 besar saja. Meski begitu, selama dua tahun pemerintahannya, Trump secara ajek dan terus-menerus menepati janjinya. Mungkin satu saat, dia akan mengatakan dia adalah presiden terbaik AS —- bisa salah bisa juga benar. Kita tunggu.

Sumber informasi: polifact.com, Washington post.com.

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *